9 Perlengkapan Solo Hiking Andalan Iyos Kusuma

Travel blogger Iyos Kusuma
Travel blogger
Iyos Kusuma
Seorang jurnalis televisi yang gemar menjelajahi jalur-jalur pendakian. Aktif mengelola travel blog yang tidak hanya meliputi cerita pendakian, tapi juga cerita budaya, tips, dan pemikiran-pemikiran seputar traveling.
Mendaki gunung sendirian memberi saya keleluasaan mengatur setiap detail perjalanan, selain memberi saya ketenangan maksimal. Konsekuensinya, saya sepenuhnya bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri, termasuk dalam urusan membawa perlengkapan pendakian. Urusan mengatur logistik menjadi lebih kompleks karena tidak ada teman berbagi beban. Saya harus memastikan barang yang saya bawa benar-benar efektif dan efisien menjawab semua kebutuhan saya.

Bagaimana saya memilih perlengkapan yang benar-benar saya perlukan? Prinsipnya ada tiga. Pertama, tetap menjaga diri saya aman. Kedua, tidak mengurangi kenyamanan pendakian. Ketiga, bisa membuat saya senang (hey, saya juga bisa merasa bosan saat sendirian di jalur pendakian atau di kemah). Inilah 9 barang pendakian yang saya gunakan ketika mendaki sendirian atau solo hiking.

Produk pilihan Iyos Kusuma

Luxe Outdoor Firfly SL

Luxe Outdoor Firfly SL

Lihat produk ini di Luxe Outdoor

Harga : Rp 3.940.000

Tenda minimalis untuk solo hiker

Saya tidak memerlukan tenda berkapasitas 3-4 orang ketika mendaki sendirian. Tenda berkapasitas satu orang adalah pilihan efisien untuk mengurangi beban bawaan di bahu. Bukan itu saja pertimbangan saya. Menggunakan tenda berkapasitas satu orang bisa meminimalisasi ruang kosong dalam tenda, sehingga tetap menjaga tenda lebih hangat meski dihuni sendirian.

Saya menggunakan tenda Luxe Firefly 1P ketika mendaki sendirian. Bobotnya yang kurang dari 1,8 kilogram menjadi salah satu pertimbangan saya. Merangkai, membongkar, dan mengemas tenda ini pun tidak sulit dilakukan sendirian. Saya sudah mencoba tidur di bawah hujan yang menghujam sepanjang malam di Gunung Bongkok tahun lalu. Lapisan outer sheet dan lapisan bawah inner sheet-nya sangat ampuh menahan gempuran air dan tanah basah.

Eiger Equinox Carrier 45L

Eiger Equinox Carrier 45L

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 1.250.000

Tas gunung yang tangguh dan ringan

Tas berkapasitas 45 liter sudah cukup untuk memuat semua keperluan saya mendaki selama dua hari satu malam di Gunung Merapi. Bahkan, saya masih bisa memasukkan barang-barang kebutuhan saya untuk bermain di Yogyakarta selama dua malam setelahnya. Saya rasa tidak perlu membawa tas berkapasitas hingga 55 liter atau 60 liter untuk membuat pengemasan tas tetap padat. Tas bervolume 45 liter sudah cukup untuk memuat tenda, perlengkapan tidur, perlengkapan memasak, bahan makanan, air, pakaian, dan kebutuhan dasar pendakian lainnya. Rumusnya mudah: tegaslah memilah dan memilih barang yang benar-benar harus dibawa.

Tidak mengejutkan jika tas Eiger memiliki kualitas yang baik. Saya menggunakan Eiger Equinox 45 yang memiliki teknologi benang nylon dan polyester terbaru, yaitu Robic. Bahannya ringan namun kuat, sangat mudah dibersihkan (hanya dengan dilap), dan sifatnya yang sedikit mengkilap membuat Eiger Equinox 45 nampak selalu baru. Fitur lain yang ditawarkan tas ini adalah resleting depan yang terhubung ke kompartemen utama, memudahkan saya mengambil barang di tengah perjalanan tanpa perlu membongkar seluruh isi tas.

Quechua Arpenaz 10L Hiking Backpack

Quechua Arpenaz 10L Hiking Backpack

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 45.000

Tas yang kecil-kecil cabe rawit

Tas kedua yang saya bawa dalam pendakian adalah tas ransel kecil berkapasitas 10 liter. Ransel mini ini berguna untuk membawa air, makanan, obat-obatan, dan jas hujan saat saya mendaki puncak gunung. Seperti biasa, barang-barang lainnya saya tinggalkan di dalam tenda, di titik kemah terakhir sebelum puncak. Setelah saya kembali dari pendakian pun, tas kecil ini bisa saya gunakan untuk jalan-jalan menelusuri kota.

Tas pabrikan Perancis ini sedang populer digunakan di Indonesia sejak sekitar satu tahun belakangan. Tidak hanya karena harga Quechua (dibaca Ke-cwa) yang sangat miring (bayangkan, sekitar Rp50.000,00), namun juga karena kualitasnya yang memang memuaskan. Jahitan di bagian ransel, kualitas resleting, serta material yang digunakan sudah saya buktikan cukup tangguh untuk dibawa ke jalur pendakian.

Dhaulagiri First Aid Box

Dhaulagiri First Aid Box

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 60.000

A compact box of my safety insurance

Cidera bisa terjadi pada saya kapan pun, baik dalam pendakian solo atau pun pada pendakian berkelompok. Namun ingat, ketika saya sendirian saya benar-benar bertanggung jawab pada keselamatan diri sendiri. Oleh sebab itu, barang-barang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) atau first aid kit adalah barang wajib bagi saya. Satu tas lengkap P3K memang memakan cukup banyak ruang di dalam tas dan belum tentu saya gunakan. Namun, benda ini akan sangat bermanfaat saat (bukan “jika”) saya cidera.

Biasanya, toko-toko online menjual tas P3K dalam keadaan sudah terisi dan belum terisi. Saya sarankan belilah tas P3K yang masih kosong dan melengkapi isinya sendiri, untuk menjamin obat-obatan yang Anda beli masih baru dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Emergency Blanket Foil  

Emergency Blanket Foil

Lihat produk ini di Blibli

Harga : Rp 19.900

Selimut aluminium tipis yang menjaga tidur saya

Tidak hanya dapat digunakan dalam keadaan krisis, selimut darurat juga bisa dipakai saat keadaan normal untuk membuat tubuh saya tetap hangat. Ini adalah selimut yang didesain untuk digunakan sekali pakai (kecuali Anda bersedia untuk melipat dan merapikan kembali selimut berbahan sangat tipis ini). Bahannya aluminium tipis yang memiliki fungsi insulasi, memanfaatkan panas tubuh untuk menghangatkan diri sendiri. Mungkin terlalu liar untuk membayangkan diri terserang hipotermia di dalam tenda. Namun, saya pikir pencegahan adalah hal terbaik yang bisa saya lakukan.

Harga selembar selimut darurat tergolong murah, mungkin tak lebih mahal dari harga makan siang Anda. Di toko-toko online, harga terendah selimut darurat hanya sekitar Rp15.000,00. Pertimbangkan untuk membeli sekaligus dalam jumlah banyak. Anda benar-benar tidak tahu kapan akan memerlukannya. Jangan mengkhawatirkan bobot dan kapasitas ransel. Benda tipis ini bahkan bisa saya selipkan di kantung celana.

Doglos Nesting DS-300

Doglos Nesting DS-300

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 210.000

Lengkap, hemat ruang, dan praktis

Mengapa peralatan masak saya masukkan ke dalam daftar ini? Bukankah benda ini tetap dibawa baik dalam pendakian tunggal atau berkelompok? Betul, namun caranya yang berbeda. Ketika saya mendaki sendirian, saya hanya membawa satu dari tiga rangkap wadah memasak. Alasannya jelas, menghemat ruang dalam ransel sekaligus mengurangi beban di bahu.

Sebagian orang lebih memilih menyewa wadah memasak ini, karena jarang menggunakannya. Namun, ternyata harga wadah memasak ini tidak jauh berbeda dengan harga sewanya (katakanlah Anda mendaki tiga kali dalam setahun). Jadi, pertimbangkan untuk membelinya, hitung-hitung untuk menambah inventaris pendakian Anda.

Consina Silicon Bowl

Consina Silicon Bowl

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 75.000

Tempat makan tekuk penghemat ruang dalam tas

Bobot tempat makan silikon tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan bobot tempat makan berbahan plastik atau melanin. Namun, untuk urusan menghemat ruang dalam ransel, sudah jelas tempat makan silikon adalah pilihan saya. Ketika tidak sedang digunakan, tempat makan berbentuk mangkok ini bisa ditekuk menjadi ceper. Kelebihan lainnya, tempat makan berbahan seperti ini sangat mudah dibersihkan setelah digunakan.

Tempat makan silikon yang saya gunakan adalah Consina Silicon Bowl. Consina menjual tempat makan silikon dengan varian ukuran. Perlu diketahui, tempat makan ini tidak didesain untuk membawa makanan, melainkan sebagai wadah makan saja. Jangan kaget ketika menemukan penutup wadah makan ini tidak menutup mangkuk secara kencang.

Gorilla Tripod 

Gorilla Tripod

Lihat produk ini di Lazada

Harga : Rp 39.900

Benda mungil yang membantu dokumentasikan perjalanan saya

Bulan puasa benar-benar membuat jalur pendakian sangat sepi. Jangan berharap pada tangan orang lain untuk memotret. Nyatanya, saya benar-benar nyaris sendirian ketika berada di jalur pendakian Cetho, beberapa bulan lalu. Sebagai seorang travel blogger yang banyak mengulas kegiatan pendakian, tripod mungil adalah salah satu benda yang wajib dibawa.

Dua jenis mini tripod yang jamak digunakan adalah tripod konvensional (dengan kaki-kaki yang kaku) dan gorilla-pod (dengan kaki-kaki yang bisa ditekuk). Gorilla-pod memungkan saya memasang kamera di posisi yang lebih tinggi, dengan melilitkannya di ranting pohon atau sejenisnya.

Dhaulagiri Hammock Ultralight

Dhaulagiri Hammock Ultralight

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 125.000

Let it swing, because my mood does too

Berkali-kali saya mempertimbangkan untuk membawa atau meninggalkan hammock ketika hendak melakukan solo hiking ke Gunung Lawu, Juni lalu. Saya bersyukur, keputusan saya adalah membawanya. Setelah makan dan minum, apa lagi yang lebih menyenangkan untuk dilakukan setelah menanjak gunung dengan beban di bahu? Istirahat yang menyenangkan!

Hammock dengan rentang harga yang cukup lebar sangat mudah ditemukan di toko-toko online. Pilihlah hammock yang berkualitas baik. Saya tidak mau hammock yang saya beli jebol ketika saya tengah asyik bermalas-malasan. Lihat dulu bagian ulasan produk sebelum membeli. Jangan lupa pelajari cara mengikat tali hammock sebelum berangkat. Saya juga mengunduh salah satu video tutorialnya di YouTube agar bisa saya lihat secara offline jika saya lupa cara melakukannya.

Kesimpulan

Mendaki sendirian tidak semengerikan yang saya bayangkan sebelumnya. Tentu saja, selain dilengkapi dengan bekal pengalaman, saya juga membekali diri dengan perlengkapan-perlengkapan yang tepat. Benda-benda yang tidak saya sebutkan di atas bukan berarti tidak penting dibawa, namun 9 benda di atas adalah barang yang saya pikir lebih spesifik cocok digunakan untuk melakukan pendakian solo.