10 Rekomendasi Alat Kerja yang Wajib Dimiliki Penulis dan Editor Freelance

10 Rekomendasi Alat Kerja yang Wajib Dimiliki Penulis dan Editor Freelance

Menjadi pekerja lepas berarti harus memiliki alat kerja sendiri. Kita pun harus sudah tahu alat kerja yang paling dibutuhkan. Misalnya, penulis dan editor lepas seperti saya, tentu saja memerlukan laptop dan teman-temannya. Alat kerja seperti ini bisa dikatakan sebagai investasi. Dengan adanya alat-alat ini, saya bisa bekerja secara produktif dan nyaman seperti halnya orang-orang yang bekerja di kantor.


Sebenarnya banyak alat kerja yang membuat kita bisa bekerja dengan nyaman. Tiap orang pun berbeda-beda keperluannya. Namun, sepuluh alat yang akan saya rekomendasikan ini sudah mencukupi untuk membantu para penulis dan editor freelance bekerja dengan baik dan profesional.


Creator Image
Nunik Utami
Lifestyle blogger, penulis & editor
  • HP
    Notebook - 14-bw504au


    Nunik Utami

    Sebelum memakai laptop ini, saya pernah menggunakan merek yang sama di kantor, tetapi beda tipe. Ketika sudah tidak ngantor lagi dan butuh laptop baru, saya sengaja mencari seri lainnya dari merek ini. Alasannya, laptop dari HP memang sudah dikenal tahan banting. Laptop yang sebelumnya saya pakai tahan bertahun-tahun. Dibawa ke mana-mana, termasuk tugas ke luar kota dan luar negeri pun tetap awet. 


    Apalagi saya tipe orang yang sembarangan dalam menjaga alat elektronik. Dengan laptop ini, saya tidak perlu terlalu hati-hati saat menggunakannya. Alasan paling utama saya memilih laptop ini adalah layarnya yang lebar. Mengingat jam kerja saya lumayan panjang, layar yang lebar seperti ini lebih nyaman untuk mata. Body-nya juga tipis sehingga laptop ini enak dibawa-bawa.


    Lalu, harganya juga termasuk level menengah. Tidak mahal, tetapi tidak terlalu murah. Spec-nya juga sangat pas untuk penulis dan editor seperti saya. Pekerjaan saya memang membutuhkan laptop yang lumayan kuat serta kapasitas penyimpanan data yang cukup besar, tetapi tidak berlebihan. Toh, saya menggunakannya hanya untuk menulis, berselancar di dunia maya, dan tentu saja menyimpan foto. Jadi, hard disk drive sebesar 500 GB yang dimiliki laptop ini sangat memadai bagi saya.

  • Logitech
    Wireless Mouse M185


    Nunik Utami

    Mengedit naskah di laptop tanpa menggunakan mouse ibarat naik perahu tanpa dayung. Bisa sampai tujuan, tetapi butuh waktu lama dan ribet. Sebenarnya saya tidak punya kriteria yang terlalu detail untuk mouse. Namun, di antara beberapa mouse yang saya pertimbangkan, produk dari Logitech ini yang paling pas. 


    Kriteria nomor satu bagi saya saat memilih mouse adalah koneksi wireless-nya. Tentunya akan sangat merepotkan jika harus menggunakan mouse berkabel. Mouse tipe wireless yang satu ini sangat ringkas dengan konektivitas yang bagus, yaitu 2,4 GHz. Jadi, begitu nano receiver-nya dihubungkan ke USB port, mouse ini akan langsung lincah mengikuti gerakan tangan!


    Selain itu, ukuran mouse juga penting untuk dipertimbangkan. Saya sendiri kurang nyaman menggunakan mouse yang terlalu kecil karena telapak tangan terasa lebih cepat pegal saat menggenggamnya. Nah, ukuran Logitech M185 ini menurut saya sangat pas di tangan. Mouse ini juga hanya membutuhkan satu baterai AA yang sangat mudah didapatkan. Kalau baterainya habis, kalian bisa dengan mudah menggantinya.

  • Smartfren
    Modem WiFi M3Y


    Nunik Utami

    Saya pertama kali jatuh cinta dengan modem ini karena desainnya yang imut. Namanya juga perempuan, senang melihat alat-alat yang lucu. Makin lucu alat kerja yang digunakan, makin semangat dan senang pula bekerjanya. Selain itu, ukurannya juga mungil sehingga ringkas dan sangat mudah diselipkan di pouch atau tas kecil saat bepergian.


    Saya masih menggunakan modem seperti ini karena ingin punya koneksi internet yang bisa dibawa-bawa selain internet dari ponsel. Modem ini menggunakan kartu Smartfren. Selama ini saya nyaman menggunakannya karena jaringannya lumayan stabil, baik di Jakarta maupun di beberapa kota lain di Jawa. Kekurangannya, indikator sinyal dan baterai pada modem ini menggunakan lampu berwarna-warni yang berkedap-kedip. Saya jadi agak kesulitan mengetahui apakah lampunya sedang mengindikasikan sinyal, atau kondisi baterai.

  • Sades
    SA 903 White


    Nunik Utami

    Sebenarnya saya tipe orang yang tidak bisa kerja sambil mendengarkan musik. Namun, ada masa-masanya saya butuh kerja sambil mendengarkan musik. Jadi, saya sangat memerlukan headset. Apalagi dengan pekerjaan freelance yang bisa dilakukan di mana saja, termasuk di tempat umum. Saat ingin bekerja sambil mendengarkan musik, saya harus menggunakan headset agar tidak mengganggu orang lain. 


    Nah, headset Sades SA-903 yang ingin saya rekomendasikan ini sebetulnya didesain untuk para gamer. Itu sebabnya, kualitas suaranya bagus dengan bas yang mantap. Kelebihan lainnya adalah headset ini juga dilengkapi fasilitas pengatur volume. Kita bisa memutar musik dengan volume tinggi dan lebih puas mendengarkannya.


    Selain itu, headset yang didesain untuk gamer biasanya lebih awet. Saya sudah membuktikannya sendiri karena headset yang saya gunakan sudah berusia empat tahun! Satu hal yang mungkin sedikit mengganggu adalah desainnya yang tampak besar sehingga terasa mencolok ketika dipakai di tempat umum. Di sisi lain, saya justru suka dengan desainnya yang maskulin dan gagah ini.

  • SanDisk
    USB Flash Ultra Dual Drive m3.0


    Nunik Utami

    Flashdisk juga masuk dalam daftar alat kerja yang harus saya miliki. Ini sangat berguna untuk mentransfer dokumen, misalnya saat meeting dengan klien. Saya memilih Sandisk tipe ini karena jenisnya sudah OTG (on-the-go) dengan konektor USB di satu sisi, dan konektor micro-USB di sisi lainnya. Jadi, flashdisk ini bisa digunakan pada laptop maupun smartphone.


    Kadang-kadang saya memang butuh memindahkan dokumen dari ponsel pintar ke laptop atau malah ke ponsel lain. Proses memindahkan dokumen jadi lebih mudah berkat flashdisk ini, apalagi kalau saya sedang tidak bawa kabel data. Desain flashdisk tipe ini juga sangat mungil, tetapi kapasitas penyimpanannya sangat memadai untuk menunjang pekerjaan.

  • Transcend
    StoreJet 25H3


    Nunik Utami

    Apalah artinya hidup tanpa hard disk? Iya, sebegitu pentingnya keberadaan hard disk bagi saya. Karena saya sudah kerja sejak puluhan tahun lalu, banyak dokumen yang harus tetap disimpan sebagai arsip, terutama foto. Tidak mungkin semua data itu tetap disimpan di laptop, harus dipindahkan ke tempat lain secara berkala. Di sinilah hard disk eksternal berperan.


    Dahulu, saya agak kesulitan memilih hard disk eksternal karena hampir semua merek tidak terlalu tahan banting. Tersenggol sedikit, rusak. Terbentur sedikit, file-nya jadi tidak bisa dibuka. Ini mengerikan karena sama saja dengan kehilangan file!


    Sampai akhirnya saya menemukan hard disk Transcend karena ada teman yang sudah menggunakannya terlebih dahulu. Dari yang saya lihat, hard disk miliknya tetap baik-baik saja meskipun terjatuh dari tempat rendah, terbanting sedikit, dan sering terguncang ataupun terbentur. Jadi, produk dari Transcend bisa dibilang tidak seringkih hard disk lainnya. Meskipun begitu, saya tetap hati-hati memperlakukan hard disk ini setelah memilikinya sendiri.

  • Canon
    PIXMA MP287


    Nunik Utami

    Jujur saja, bagi saya printer tidak begitu penting. Saya jarang harus nge-print karena pekerjaan lebih banyak dikirim dalam bentuk soft copy. Namun, ada juga saatnya saya membutuhkan printer. Misalnya, saat diminta mengirimkan pekerjaan dalam hard copy.


    Sebetulnya saya bisa saja pergi ke tempat fotokopi. Hanya saja, itu berarti saya jadi harus ke luar rumah. Ini tentunya menghabiskan waktu dan tenaga. Makanya, kehadiran printer dari Canon ini membuat pekerjaan saya jadi lebih mudah dan cepat. Asyiknya lagi, tipe PIXMA MP287 ini termasuk awet dan tintanya juga tidak boros. Dengan kemampuannya yang bisa untuk print, scan, dan copy, saya jadi merasa seperti bekerja di kantor. Fiturnya benar-benar lengkap dan kualitas hasil cetaknya pun memuaskan!

  • PaperOne
    Copier


    Nunik Utami

    Ada printer, tentu saja harus ada kertasnya. Sebenarnya kertas printer merek apa pun tidak masalah. Namun, saya sudah terbiasa menggunakan kertas PaperOne A4 70 gr ini sejak masih ngantor. Jadi, saat menjalani hidup sebagai freelancer, saya langsung memilih merek ini.


    Sejauh ini, menurut saya kertas PaperOne jenis ini nyaman digunakan. Kertasnya halus dan ketebalannya pas untuk mencetak dokumen, baik dokumen resmi dan penting seperti surat perjanjian atau surat kontrak, maupun dokumen biasa. Selama memakai kertas ini, saya belum pernah mengalami kejadian tinta yang tembus karena kertas terlalu tipis, apalagi tinta yang mbleber akibat kualitas kertas yang rendah.

  • STABILO
    Stabilo Boss Original Highlighter


    Nunik Utami

    Melakukan editing naskah sangat membutuhkan highlighter. Tujuannya agar bisa lebih teliti dalam menambah atau mengurangi kata-kata, membetulkan tanda baca, mengubah kalimat, atau memindahkan paragraf. Untuk pekerjaan seperti ini, saya memilih STABILO Boss Original yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Jadi, kualitasnya tidak perlu diragukan lagi! Tintanya tidak luntur di kertas, warnanya pun nyata dan menyala.


    Merek ini mudah didapat, baik secara online maupun offline. Kalau kehabisan tinta, saya bisa dengan mudah membelinya lagi. Selain itu, pilihan warna yang tersedia juga cukup banyak. Selama ini, saya paling sering menggunakan warna pink dan kuning. Terkadang saya juga memakai warna oranye dan biru, tergantung pada kebutuhan. Poin lainnya yang menurut saya tak kalah penting adalah ukuran STABILO Boss Original ini pas di tangan sehingga nyaman digunakan.

  • Daiichi
    ProFile Note Book A5


    Nunik Utami

    Tidak bisa dimungkiri bahwa di zaman serba digital seperti sekarang, kita tetap butuh menulis di kertas. Membuat rancangan tulisan, menyusun to do list, atau menuliskan poin-poin penting dalam tulisan tentunya masih lebih nyaman jika ditulis di buku menggunakan pulpen. Mencatat menggunakan buku tulis, sensasinya juga berbeda dibandingkan membuat catatan secara digital menggunakan ponsel atau laptop. 


    Saya senang menggunakan buku catatan Daiichi A5 ini karena kertasnya halus sehingga enak untuk ditulis. Ukuran bukunya juga kecil. Jadi, ringkas saat dibawa ke mana-mana. Terlebih lagi, bagian sampingnya dilengkapi jilid spiral sehingga buku bisa dilipat saat kita menulis di atasnya. Ini sangat memudahkan, terutama jika harus menulis dalam kondisi tanpa meja.