10 Rekomendasi Novel Horor dan Misteri

10 Rekomendasi Novel Horor dan Misteri

Ada keseruan tersendiri yang bisa didapat dari membaca novel horor dan misteri. Pembaca akan dibuat ketakutan, sekaligus menebak-nebak jawaban dari misteri yang biasanya ikut tersempil dalam sebuah novel horor. Suasana mencekam, plot apik yang membuat pembaca terkejut, ketegangan yang mendebarkan, sampai aksi yang didapat dari unsur thriller, memang bisa membuat ketagihan. 


Novel horor sendiri dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, di antaranya thriller, psychological horror, supernatural horror, dan banyak lagi. Genre horor sendiri mempunyai arti cerita yang menakut-nakuti pembaca. Sementara genre misteri merupakan cerita yang mengajak pembaca untuk memecahkan teka-teki, biasanya pembunuhan. Dalam kesempatan ini, saya ingin merekomendasikan sepuluh judul novel horor dan misteri yang menjadi favorit saya. Selamat membaca!


Creator Image
Nel Falisha
Author, beauty & lifestyle blogger
  • Akiyoshi Rikako
    Giselle


    Nel Falisha

    Giselle, sesuai judulnya, mengambil latar belakang dunia balet. Giselle merupakan pementasan balet dengan kisah kelam, yaitu tokoh Giselle yang meninggal akibat pengkhianatan kekasihnya yang kemudian menghantui hutan. Di dalam novel ini, Rikako Akiyoshi menceritakan bagaimana Giselle menjadi karya terlarang untuk dipentaskan di Tokyo Grand Ballet dikarenakan kasus yang menyebabkan kematian Mayumi.


    Akan tetapi, lima belas tahun kemudian, Tokyo Grand Ballet kembali berencana mementaskan Giselle. Sejak saat itu, hantu Mayumi datang. Kasus pembunuhan dan bencana pun terjadi bertubi-tubi. Akiyoshi Rikako berhasil menggabungkan unsur supernatural dan misteri dengan luwes dalam buku ini. Bahkan, dunia balet di sini tidak terasa sebagai tempelan belaka. Pembaca diajak untuk mengetahui lebih dalam mengenai dunia tersebut.

  • Ruwi Meita
    Carmine


    Nel Falisha

    Novel Carmine yang ditulis oleh Ruwi Meita ini memiliki tiga sudut pandang. Sudut pandang pertama adalah Carmine, mantan model yang tertekan karena tuntutan mertua dan suami. Kedua, Mirah, wanita yang pernah mendapat kekerasan dari ibu dan kakeknya. Selanjutnya, Bilah, sang polisi yang mengusut misteri di balik dua wanita tersebut.


    Novel Carmine ini mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu kekerasan dalam rumah tangga. Novel ini dibuka dengan ditemukannya sosok Carmine yang tergeletak dengan luka di kepala. Puzzle disebar dan dibuka perlahan-lahan sampai akhir. Alurnya maju mundur, menambah rasa penasaran saya. Ruwi Meita sukses membangun ketegangan yang perlahan-lahan memuncak.

  • Adham T Fusama
    Surat Dari Kematian


    Nel Falisha

    Berawal dari semangat untuk memecahkan misteri Gama Plaza, Kinan dan Zein harus menerima kenyataan bahwa mereka telah membahayakan banyak jiwa. Konon, di Gama Plaza ada seseorang yang bunuh diri lantaran stres oleh tugas kuliah. Untuk kepentingan Youtube channel mereka, Kinan dan Zein telah membangunkan hantu yang penuh dendam. 


    Misteri dan ketegangan pun datang bertubi-tubi hingga pembaca harus menuntaskan buku untuk menguak siapa dalang di balik semua ini. Hantu-hantu yang diceritakan pun didasari dari legenda rakyat yang begitu dekat dengan kehidupan pembaca. Alur ceritanya pun pas, tidak terlalu lambat atau pun terlalu cepat.

  • Akiyoshi Rikako
    Holy Mother


    Nel Falisha

    Jika menyebut nama Akiyoshi Rikako, hal yang terbayang adalah plot kuat, misteri berlapis, dan plot twist yang membuat pembaca tercengang. Tentu saja Holy Mother juga tidak luput dari ketiga hal yang menjadi ciri khas Rikako Akiyoshi tersebut. Meski telah paham bahwa Rikako Akiyoshi identik dengan plot twist, tetap saja saya dibuat tercengang oleh jalan ceritanya. 


    Novel asal Jepang ini juga bisa didapat secara luas dalam bahasa Indonesia. Ceritanya sendiri sangat kelam, yaitu dimulai dengan kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap anak laki-laki. Honami yang memiliki anak perempuan pun berusaha melindungi anaknya dari tangan penjahat.

  • @kedai_horor
    Anjana


    Nel Falisha

    Anjana: Kisah Jagat Lelembut Indonesia & Malaysia ini merupakan proyek bersama sembilan penulis asal Indonesia dan Malaysia. Mereka dikenal dengan nama @kedai_horor. Novelnya sendiri mengambil legenda rakyat seram dari kedua negara tersebut. Karena berasal dari legenda rakyat, kisahnya juga dekat dengan keseharian kita. 


    Hal itu menambah kengerian yang didapat dari buku ini. Semua ceritanya disambung oleh seutas benang merah, yaitu kedai misterius yang hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki rahasia. Seorang lelaki tampan dan misterius hadir di sana, siap berbagi cerita yang seram dan berdarah pada pengunjungnya yang menyimpan dosa masa lalu.

  • Ruwi Meita
    Misteri Patung Garam


    Nel Falisha

    Misteri Patung Garam disebut-sebut sebagai karya terbaik Ruwi Meita. Bagaimana tidak, novel ini sukses membuat pembaca tercengang dengan kasus pembunuhan sadis yang terbalut misteri rumit. Namun tidak hanya itu, novel ini juga menyuguhkan humor di sela ketegangan. Tokoh-tokohnya pun menarik, dengan sifat masing-masing. 


    Horornya sendiri bisa didapat melalui cara pembunuh yang menangkap korban, kemudian mencongkel kedua matanya, menjahit mulutnya, dan mengeluarkan organ dalamnya. Tak hanya itu, korban pun dilumuri dengan garam. Ruwi Meita menceritakan akan arti garam dan juga menyisipkan berbagai clue lain dalam ceritanya. Hal ini tentunya didapat dari riset yang mendalam.

  • Rettania
    Rahasia Lantai Keempat


    Nel Falisha

    Nikki, Fara, Randy, dan Neil adalah empat sahabat yang menemukan catatan bertuliskan 'rahasia lantai keempat'. Berhubung sekolah mereka hanya ada tiga lantai, keempat sahabat itu pun tertarik untuk menelusuri misteri tersebut. Melalui sebuah ritual, mereka berhasil masuk ke dimensi lain, yaitu lantai keempat. Akan tetapi, mereka harus mencari cara untuk kembali dan itu tidak mudah. 


    Rahasia Lantai Keempat menyuguhkan tidak hanya horor, melainkan misteri yang dikupas sedikit demi sedikit hingga akhir. Pembaca dibuat menebak-nebak apa yang sesungguhnya terjadi, sekaligus berharap cemas akan keselamatan keempat tokohnya. Novel ini pun menyisipkan kisah persahabatan mereka.

  • Sweta Kartika
    Journal Of Terror : Kembar


    Nel Falisha

    Prana dapat melihat penghuni dunia seberang melalui mata saudara kembarnya yang sudah meninggal. Dalam buku Journal of Terror: Kembar, Sweta Kartika menceritakan kasus-kasus supernatural yang dialami Prana. Novel ini ditulis melalui sudut pandang pertama dan terdiri dari beberapa cerita yang kasusnya tidak bersambung, layaknya buku harian biasa. 


    Pembaca dibawa ke dunia Prana, dibuat merinding oleh pengalaman Prana akan pertemuannya dengan arwah penasaran, maupun bayangan masa lalu dan masa depan yang dilihatnya. Buku ini pun sarat dengan kearifan lokal. Journal of Terror juga memiliki sekuel yang tidak kalah seram, Journal of Terror: Titisan.

  • Eve Shi
    Lost


    Nel Falisha

    Lost merupakan cerita hantu yang tergolong klasik. Dengan latar sebuah apartemen, tokoh utama remaja SMA, dan kehadiran sesosok hantu wanita berambut panjang. Akan tetapi, Lost membawa hal-hal tersebut dengan angin segar. Suasana yang dibangun kelam dan mencekam, membuat pembaca bergidik ngeri. Walau awalnya terasa seakan bisa menebak plotnya, tetapi Eve Shi berhasil menyisipkan twist yang menarik. 


    Selain itu, Lost juga sarat dengan kisah pergaulan serta keluarga. Seperti hubungan Maura, sang tokoh utama, dengan kakaknya, Ryan, serta hubungan mereka dengan orang tua mereka. Cerita dalam buku Lost ini terasa kaya, bukan sekadar buku yang menakut-nakuti pembaca.

  • Ruwi Meita
    Misteri Bilik Korek Api


    Nel Falisha

    Misteri Bilik Korek Api diceritakan dari dua sudut pandang: Sunday dan Emola. Sunday membawa kita melihat dunia melalui hal-hal yang kasatmata. Sementara, Emola mengenalkan kita pada isi otak seorang indigo yang bisa 'mendengar' warna. Kedua sudut pandang tersebut saling melengkapi dan sukses membuat pembaca penasaran. 


    Teka-teki yang dijalin rapi, serta kengerian yang dibangun membuat novel ini menonjol dari novel horor pada umumnya. Unsur psikologis dan thriller-nya begitu kuat, ditambah dua tokoh utama yang unik dan menarik. Plotnya sendiri menceritakan mengenai Sunday, seorang yatim piatu yang kemudian harus pindah ke panti asuhan baru. Di sana ada bilik korek api yang diduga menjadi sumber dari segala malapetaka yang kemudian terjadi.