9 Montessori Edu-toys yang Harus Dimiliki untuk Memulai Aktivitas Montessori di Rumah Rekomendasi Parenting Blogger Noni Rosliyani

Family & parenting blogger Noni Rosliyani
Family & parenting blogger
Noni Rosliyani
Family & parenting blogger sekaligus fulltimer editor. Ia jatuh cinta pada buku sejak ia membaca buku-buku karya Enid Blyton & Laura Ingalls Wilder. Noni sudah 7 tahun menjadi working mother, demi kewarasan hidup. Gayanya suka masak, padahal aslinya geng jajan. Kalau anak susah makan, Noni sering pasrah pada Indomie rebus rasa ayam bawang dan Lays rumput laut.
Beberapa tahun terakhir ini Montessori edu-toys sangat populer di Indonesia. Banyak TK dan SD yang memakai nama “Montessori” di belakangnya. Sebenarnya, apa sih Montessori itu? Montessori adalah metode pendidikan yang dirancang oleh Dr. Maria Montessori asal Italia. Metode ini menekankan pada kesadaran diri seorang anak, pembelajaran ekperensial, dan aktivitas permainan yang kolaboratif.

Meski ditemukan lebih dari 100 tahun yang lalu, Montessori masih relevan diterapkan pada anak-anak kita. Tidak heran jika saat ini banyak orang tua, termasuk saya, yang mencoba ber-Montessori di rumah. Sebelum menerapkannya, kita sebaiknya mengetahui tentang lima area penting dalam Montessori. Lima area itu adalah practical life, sensorial, cultural, mathematic, dan language. Anak-anak dapat terstimulasi secara maksimal di lima area ini, didukung dengan Montessori edu-toys yang tepat.

Produk pilihan Noni Rosliyani

Nafisah Edutoys Paket Sortir Lengkap 

Nafisah Edutoys Paket Sortir Lengkap

Lihat produk ini di Bukalapak

Lihat produk ini di Tokopedia

Lihat produk ini di Shopee

Harga : Rp 130.000

Set warna-warni yang penting untuk area practical life

Aktivitas di area practical life sering tidak dilirik dan diremehkan. Padahal area ini sangat fundamental untuk pembentukan segala aspek dan kecerdasan anak. Montessori edu-toys ini sepertinya sederhana, tetapi sangat bermakna bagi anak. Melalui aktivitas mengelompokkan warna, ternyata dapat mengembangkan kemampuan motorik halusnya. Otot-otot jarinya akan terstimulasi untuk persiapan menulis kelak.

Ketika mereka menjumput objek yang kecil, menyendok, atau menjepit, otomatis kita sedang melatih otot-otot jarinya. Ini sangat berguna untuk membiasakan si kecil memegang pensil dan menulis nantinya. Tidak jarang saya melihat anak yang kesusahan memegang pensil dengan benar. Jadi, jangan sepelekan aktivitas sederhana ini, ya.

Selain itu, Sortir Colour Set ini juga dapat mengasah konsentrasi, melatih ketekunan, serta koordinasi mata dan tangan. Jadi jangan heran bila anak sangat betah memainkan Sortir Colour Set ini dan melakukannya berulang-ulang.

TweedyToys Puzzle Ronce Kancing Ritsleting 

TweedyToys Puzzle Ronce Kancing Ritsleting

Lihat produk ini di Bukalapak

Lihat produk ini di Tokopedia

Lihat produk ini di Shopee

Harga : Rp 55.000

Mainan sederhana yang dapat mengasah otot-otot jari

Pernahkah Anda melihat anak yang kesulitan ketika memasang kancing bajunya sendiri? Ini adalah aktivitas dasar yang harus dimiliki anak, termasuk memasang ritsleting dan mengikat tali. Pastinya, kita tidak mau kan, anak sudah besar tetapi masih harus dibantu menutup ritsleting jaket dan mengikat tali sepatunya sendiri.

Selain mengasah otot-otot jari, Puzzle Ronce Kancing Ritsleting ini juga dapat melatih kemandirian, tanggung jawab, serta rasa percaya diri anak. Anak kecil mana sih, yang tidak bangga jika bisa memasang lengkap semua kancing di bajunya. Supaya aktivitasnya lebih seru dengan objek yang lucu-lucu, kita bisa mengasah kemampuan motorik halusnya ini dengan Montessori edu-toys ini.

Zoetoys Montessori Knob Cylinder 10 

Zoetoys Montessori Knob Cylinder 10

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Bukalapak

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 985.000

Mengasah inteligensi anak melalui area sensori

Area sensori menjadi istimewa karena ini yang paling membedakan Montessori dengan metode pendidikan lainnya. Panca indra adalah gerbang informasi dunia. Maka dari itu, Montessori merancang stimulasi khusus di area ini untuk perkembangan inteligensi anak.

Knob Cylinder atau balok silinder memiliki ragam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Ada yang beda tinggi, beda diameter, dan beda kedalaman. Dengan memainkan Knob Cylinder berarti anak akan meraba tiap silinder dan lubang balok untuk mencocokkan letak yang tepat.

Mungkin ada silinder yang diameternya sama, padahal tingginya berbeda. Ada juga silinder yang tingginya sama, tetapi diameternya berbeda. Tentu letaknya di lubang balok akan berbeda. Itulah mengapa indra peraba anak dapat diasah melalui permainan ini. Selain mengembangkan persepsi visual anak terhadap dimensi, Knob Cylinder juga dapat mengasah kecermatan serta pengalamannya terhadap urutan.

Pink Tower 

Pink Tower

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Bukalapak

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 317.000

Kemampuan anak dalam memecahkan masalah akan terasah melalui proses menyusun balok

Masih di area sensorial, salah satu Montessori edu-toys yang umum dan wajib dimiliki adalah Pink Tower. Pink Tower terdiri dari 10 kubus pink dengan ukuran yang berbeda-beda. Melalui permainan ini, anak akan menyusun semua kubus hingga bisa berdiri tegak ke atas. Dengan indra penglihatan dan perabanya, anak dapat membedakan mana kubus paling besar dan paling kecil.

Lalu dengan kemampuan logic-nya sendiri, mereka akan mencari cara bagaimana bangunan pink ini bisa berdiri tanpa oleng. Misalnya, meletakkan kubus paling besar di dasar lalu disusul kubus kecil hingga paling kecil. Pink Tower dapat melatih anak untuk menganalisis dan memecahkan masalah sebagai bekal persiapan kemampuan matematikanya kelak.

Map of The World National Flag 

Map of The World National Flag

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Bukalapak

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 150.000

Ajarkan anak Anda pengetahuan umum sejak dini melalui peta bendera dunia yang seru!

Menurut Montessori, sangat penting memberikan pengalaman langsung tentang segala pengetahuan pada anak. Hal ini penting supaya proses belajar tidak hanya dengan membaca, menghafalkan teori, dan mengerjakan deretan soal saja. Cultural area ini meliputi segala aspek di lingkungan sekitar kita, seperti biologi, sejarah, sains, dan pengetahuan bangsa-bangsa dunia. Salah satu Montessori edu-toys untuk mengasah area cultural ini adalah World National Flag.

Mengenal bahwa dunia ini begitu luas sangat menarik untuk anak. Di bumi ini ada banyak negara dengan berbagai budayanya yang berbeda-beda, termasuk benderanya. Awalnya saya pikir, pengetahuan tentang bendera-bendera negara hanya bisa dipelajari oleh anak usia 8 tahun ke atas. Namun, ternyata anak saya yang masih usia 4 tahun pun sudah bisa menghafalnya. Ia bahkan jauh lebih hafal dibanding saya.

Melalui permainan World National Flag ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenal bendera. Saya juga mengenalkannya tentang benua serta budaya di setiap negara. Pendekatan yang paling seru adalah melalui karakter kartun favoritnya. Misalnya, Doraemon dari Jepang, benderanya yang putih ada bulatan merah di tengahnya, letaknya di benua Asia.

Solar System Kit 

Solar System Kit

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Bukalapak

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 80.000

Peraga tata surya ajaib

Kalau dulu kita langsung dijejali dengan hafalan urutan tata surya, ternyata sekarang ada alat peraga untuk mengenal solar system dengan lebih efektif. Melalui edu-toys ini, anak-anak bisa lebih mudah menangkap tentang benda-benda langit yang ada di alam semesta ini. Planet, bulan, bintang, asteroid, meteor, bahkan UFO!

Planet apa yang terbesar di tata surya, planet apa yang berwarna merah, bagaimana bentuk bumi, termasuk bagaimana caranya manusia bisa pergi ke luar angkasa. Lebih jauh lagi, mereka lama-lama akan tertarik mengetahui bagaimana matahari dan bulan bekerja, serta mengapa terjadi siang dan malam. Pengenalan sains tidak pernah seseru ini sebelumnya.

Mathematical Intelligence Stick 

Mathematical Intelligence Stick

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Bukalapak

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 45.000

Cara fun mengajari matematika pada anak

Siapa di antara kita yang benci matematika? Jangan sampai ditularkan ke anak, ya. Sebab, Montessori meletakkan mathematic sebagai salah satu area yang penting diajarkan ke anak. Melalui matematika, anak-anak akan dilatih memiliki pola pikir kritis dan sistematis. Hal ini akan membantu perkembangan kognitifnya, terutama untuk mengidentifikasi urutan prioritas dan memecahkan masalah.

Dalam matematika, ada banyak hal-hal abstrak (angka, tanda bilangan, dll.). Supaya kesan pertama tidak menakutkan, sebaiknya kita mengenalkan hal-hal konkret lebih dahulu. Mengenalkan angka dan jumlah kuantitas pada anak usia dini itu sangat berbeda. Bisa jadi mereka hafal angka 1 sampai 10, tetapi jumlah konkret dari angka 1 belum tentu hafal. Apalagi jika urutannya diacak dan mereka diminta mengurutkan dari yang paling kecil.

Ini saya alami sendiri ketika mengenalkan konsep angka dan jumlah kuantitas pada anak. Salah satu caranya yang lebih fun adalah menggunakan edu-toys, Intelligence Stick. Bentuk dan panjang stik seragam semua supaya perhatian mereka tidak terpecah. Mereka bisa belajar mencocokkan jumlah stik dengan angka tertentu. Kita juga bisa memodifikasi permainannya dengan menghitung stik sambil menutup mata. Siapa mau coba?

Arti Edu Kid Stair Beads Apparatus 

Arti Edu Kid Stair Beads Apparatus

Lihat produk ini di Bukalapak

Lihat produk ini di Tokopedia

Lihat produk ini di Shopee

Harga : Rp 219.200

Mudah digunakan serta multifungsi

Bead stairs atau tangga manik warna adalah Montessori edu-toys untuk tahapan pembelajaran matematika yang lebih lanjut. Setiap bilangan memiliki warna yang berbeda-beda, mulai dari 1 sampai 10. Di bilangan 10, maniknya biasanya berwarna emas. Saya bisa mengenalkan konsep belasan dan puluhan pada anak saya menggunakan edu-toys ini.

Misalnya, konsep belasan adalah dengan memasangkan manik 10 dengan manik 1 sampai 9. Lalu konsep puluhan dengan menjajarkan beberapa manik 10. Misalnya ada tiga baris manik 10, artinya 30. Ternyata cara ini jauh lebih efektif! Kami bahkan pernah bermain jual-beli dengan mainan ini. Satu manik untuk 1000, dua manik untuk 2000, sepuluh manik untuk 10.000. Eh, ternyata seru juga lho.

Zoetoys Moveable Alphabet (with Box) 4 Sets  

Zoetoys Moveable Alphabet (with Box) 4 Sets

Lihat produk ini di Bukalapak

Lihat produk ini di Tokopedia

Lihat produk ini di Shopee

Harga : Rp 189.000

Anak akan lebih mudah memahami bentuk huruf dengan menyentuhnya langsung

Area bahasa dalam Montessori memiliki tujuan untuk membantu kemampuan verbal dasar anak dan keterampilan bahasa lanjut (membaca dan menulis). Selain itu, area ini bertujuan untuk membantu anak berinteraksi dengan lingkungan, hingga akhirnya bisa berdaya guna bagi sekitarnya.

Selama ini kita menganggap bahwa kemampuan bahasa hanya tentang menulis dan membaca. Padahal, tujuan tertinggi literasi adalah memahami apa yang dibaca, bisa menceritakan pada orang lain, dan melakukan apa yang tadi dibacanya. Maka, salah satu Montessori edu-toys yang harus dimiliki sebagai bekal awal beraktivitas di area ini adalah Moveable Alphabets. Dalam satu set kotak besar, terdapat 26 huruf yang dibuat sesuai lekukan masing-masing huruf.

Huruf vokal berwarna biru dan huruf konsonan berwarna merah. Sebelum mengenalkan huruf dalam bentuk kartu biasa, sebaiknya anak dikenalkan Moveable Alphabet. Sebab, dengan meraba langsung bentuk hurufnya, akan mempermudah anak untuk memahami bentuk huruf hingga nanti menulisnya. Lebih lanjut lagi, Moveable Alphabet dapat digunakan untuk menyusun nama anak, sebuah kata, hingga nantinya satu kalimat. Baru setelah itu, anak bisa mulai belajar menulis.

Kesimpulan

Dengan mendampingi anak ber-Montessori di rumah tidak hanya mengasah motorik, sensorik, dan kognitif mereka. Lebih dari itu, ini adalah salah satu bentuk bonding antara kita dengan anak-anak. Keberadaan kita dalam mendampingi mereka beraktivitas akan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi bekal kehidupannya.

Prinsip dasar Montessori adalah follow the child. Kita harus memposisikan diri sebagai fasilitatornya, yang siap membantunya belajar apapun yang diinginkannya. Jadi, kita sebaiknya menurunkan ekspektasi, tidak sedikit-sedikit mengoreksi, dan tidak mengatur anak sesuai kemauan kita. Bisa jadi kita yang akan belajar banyak dari mereka.