10 Rekomendasi Obat Pereda Nyeri Terbaik (Terbaru Tahun 2018)

10 Rekomendasi Pereda Nyeri Terbaik (Terbaru Tahun 2018)

Obat pereda nyeri sering kali kita gunakan untuk menyembuhkan berbagai keluhan, seperti sakit kepala, nyeri haid, nyeri karena demam, nyeri pinggang, dan sebagainya. Belakangan ini, banyak obat-obatan pereda nyeri yang dapat Anda beli sendiri tanpa perlu ke rumah sakit. Bagaimana cara mengetahui manfaat sekaligus efek samping dari obat pereda nyeri agar Anda tidak salah dalam memilih?

Berikut akan kami berikan informasi mengenai cara memilih obat pereda nyeri dan merekomendasikan produk terbaik yang dapat Anda beli secara online seperti Bodrex, Feminax, Proris, hingga Kirkland. Dalam artikel ini kami juga akan memberikan tip untuk menyembuhkan nyeri. Simak dan pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda!

Daftar isi

Cara memilih obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri memiliki bermacam kandungan yang efektif meredakan sumber nyeri. Berikut ini kami akan membahas beberapa poin yang perlu diperhatikan agar Anda bisa memilih obat pereda nyeri sesuai dengan kandungan yang tepat bagi kebutuhan Anda.

Pilih sesuai tingkat rasa nyeri yang Anda rasakan

Pilih sesuai tingkat rasa nyeri yang Anda rasakan

Obat pereda nyeri umumnya menggunakan empat bahan utama. Setiap bahan memiliki kekuatan efek yang berbeda dengan urutan loxoprofen, ibuprofen, aspirin, dan asetaminofen, mulai dari efek yang paling kuat.

Jika ini adalah pertama kalinya Anda menggunakan obat pereda nyeri, sebaiknya Anda memilih asetaminofen yang memberikan efek paling lemah. Apabila nyeri yang Anda rasakan cukup berat dan intens atau disebabkan karena sakit yang parah, sebaiknya Anda menggunakan pereda nyeri dengan kandungan loxoprofen atau ibuprofen yang memiliki efek lebih kuat.

Namun, perlu Anda perhatikan bahwa pereda nyeri juga mengandung bahan-bahan yang dapat mempengaruhi pencernaan. Jika Anda langsung menggunakan obat pereda nyeri yang kuat, misalnya yang mengandung ibuprofen dan loxoprofen, ada risiko akan muncul masalah pada lambung. Jadi, pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan sambil melihat efek samping dari obat yang Anda konsumsi.

Pilih obat dengan bahan aktif sesuai sakit yang diderita

Manfaat dari pereda nyeri akan dapat Anda rasakan jika kandungan bahan aktif di dalamnya sesuai untuk mengobati rasa sakit yang Anda derita. Bahan aktif adalah komposisi utama dari obat yang berfungsi untuk meredakan rasa nyeri. Berikut penjelasannya.

Kandungan loxoprofen dan ibuprofen efektif untuk menyembuhkan sakit kepala

Kandungan loxoprofen dan ibuprofen efektif untuk menyembuhkan sakit kepala

Untuk menyembuhkan sakit kepala, konsumsilah obat yang mengandung loxoprofen atau ibuprofen. Kedua bahan tersebut merupakan kandungan aktif terkuat yang dapat meredakan rasa nyeri dengan lebih cepat. Namun, di Indonesia loxoprofen tidak dijual bebas dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Perlu Anda ketahui, baik ibuprofen maupun loxoprofen memiliki efek yang cukup kuat terhadap tubuh dan berisiko mengganggu pencernaan. Jika Anda memiliki lambung yang lemah atau sensitif, ada baiknya memilih produk yang mengandung antacid atau yang menyertakan keterangan “ramah bagi lambung.”

Kandungan ibuprofen juga dapat meredakan nyeri haid

Kandungan ibuprofen juga dapat meredakan nyeri haid

Tak hanya mengobati sakit kepala, ibuprofen juga bermanfaat untuk mengobati nyeri haid karena bahan-bahan yang terkandung di dalamnya mudah mencapai bagian rahim. Jika dibandingkan dengan loxoprofen yang sama-sama memiliki efek kuat, ibuprofen lebih efektif dalam mengatasi nyeri haid. Namun, apabila Anda memiliki masalah pencernaan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi ibuprofen sebagai pereda nyeri.

Konsumsilah obat yang mengandung bahan penenang untuk mengatasi sakit gigi

Konsumsilah obat yang mengandung bahan penenang untuk mengatasi sakit gigi

Apabila Anda menderita nyeri pada gigi setelah dicabut atau karena gigi berlubang, disarankan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri dengan kandungan bahan penenang sebagai tambahan untuk analgesik yang memiliki efek kuat, seperti ibuprofen atau loxoprofen.

Kandungan penenang tersebut berfungsi untuk menekan rasa tidak nyaman yang mungkin muncul karena nyeri yang berkelanjutan. Tanpa obat dengan kandungan penenang, Anda cenderung akan merasakan nyeri dalam waktu yang lebih lama. Bahan-bahan seperti allyl-isopropyl-acetyl urea adalah yang paling umum digunakan sebagai bahan penenang. Jadi, pastikan untuk mengecek kandungan bahan penenang seperti ini dalam obat pereda nyeri yang Anda pilih.

Pilih yang mengandung aspirin untuk meredakan nyeri yang menyertai demam

Pilih yang mengandung aspirin untuk meredakan nyeri yang menyertai demam

Aspirin telah lama dikenal sebagai obat pereda nyeri. Obat ini banyak digunakan untuk mengurangi nyeri yang sering terjadi sehari-hari seperti nyeri haid, sakit kepala, dan nyeri otot. Meskipun efek yang ditimbulkan berada di level medium, bahan ini cukup efektif untuk meredakan nyeri. Tidak ada salahnya menyimpan aspirin di kotak obat Anda untuk mengatasi keluhan nyeri sehari-hari.

Selain itu, aspirin memiliki efek antiinflamasi dan antipiretik sehingga dapat juga digunakan jika Anda menderita radang tenggorokan atau ketika Anda mengalami pembengkakan gusi setelah cabut gigi. Meskipun demikian, aspirin juga memberikan rangsangan yang cukup kuat dan dapat mengganggu pencernaan. Jadi, berhati-hatilah jika Anda memiliki lambung yang lemah.

Kandungan asetaminofen untuk meredakan nyeri pada anak

Kandungan asetaminofen untuk meredakan nyeri pada anak

Kebanyakan obat pereda nyeri yang beredar di pasaran dibuat tidak dapat dikonsumsi anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Akan tetapi, pada kenyataannya anak-anak banyak mengalami sakit atau nyeri dalam tumbuh kembangnya sehingga obat pereda nyeri tetap dibutuhkan. Untuk kondisi seperti ini, Anda dapat memilih obat yang mengandung asetaminofen sebagai pereda nyeri yang relatif aman untuk anak.

Asetaminofen merupakan satu-satunya pereda nyeri yang paling kecil efeknya pada lambung sehingga sangat cocok digunakan oleh Anda yang memiliki lambung lemah. Karena dianggap sebagai bahan aktif yang cenderung aman, asetaminofen banyak digunakan sebagai komponen dalam membuat obat antipiretik, analgesik, dan obat pilek. Namun, Anda perlu berhati-hati memilih obat untuk anak karena ada beberapa produk yang juga mengandung ibuprofen atau loxoprofen.

Cek apakah obat tersebut menimbulkan kantuk

https://www.sanbe-farma.com/sanbe_product?ID=P+TDsuSt+Em+XIHUL/CH/UZFvnH9Zs2uy9UGFtSIw5pFYMe5gzbPoSscRD02W6KNQKOrOmBWg8uQcInAcuCQfA==

Beberapa obat pereda nyeri menyebabkan kantuk setelah diminum agar Anda dapat beristirahat setelah mengonsumsinya. Beristirahat yang cukup memang paling efektif untuk mengatasi rasa sakit. Akan tetapi, jika Anda akan bepergian dengan menyetir mobil atau memiliki pekerjaan yang penting untuk dilakukan, pilihlah obat yang tidak mengakibatkan kantuk.

Biasanya, zat yang mengakibatkan kantuk ada pada kandungan penenang. Jadi, perhatikanlah poin ini saat Anda memilih obat pereda nyeri gigi yang biasanya mengandung penenang.

Pilih obat dengan label “cepat” atau ekspres untuk efek seketika

Pilih obat dengan label "cepat" atau "ekspres" untuk efek seketika

Di pasaran, obat-obat pereda nyeri yang menjanjikan efek seketika biasanya mencantumkan label “ekspres atau “cepat” di kemasannya. Di antaranya ada produk yang efektif dalam 30 menit sejak diminum, dan bahkan ada juga yang menyebutkan “bekerja efektif seketika.” Jika Anda perlu meredakan nyeri dalam waktu sesegera mungkin, misalnya karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, pilihlah produk yang menjanjikan efek seketika seperti ini.

Sedangkan untuk pereda nyeri yang efeknya lebih lambat, pada umumnya rasa nyeri akan reda sekitar 1-2 jam setelah obat dikonsumsi. Jika setelah lebih dari 2 jam pun Anda masih merasakan nyeri, mungkin penyebabnya berasal dari penyakit lain yang belum diketahui penyebabnya. Untuk kondisi seperti ini, kami sarankan agar Anda segera berkonsultasi dengan dokter.

10 Rekomendasi obat pereda nyeri terbaik

Di bagian ini, Anda dapat melihat produk obat pereda nyeri rekomendasi kami. Pastikan untuk mengecek kandungan bahan-bahan aktif di dalamnya, dan sesuaikan dengan sakit yang Anda derita dan pilihlah obat yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

10. Oskadon SP

10. Oskadon SP

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Tokopedia

Lihat produk ini di Blibli

Harga : Rp 40.000

Ahlinya pereda nyeri otot pada pinggang dan punggung

Sebagai merek yang telah puluhan tahun dikenal, Oskadon merupakan obat pereda nyeri yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Kandungan paracetamol di dalamnya yang berfungsi sebagai zat analgesik mampu mengatasi nyeri otot pada pinggang dan punggung yang Anda derita, misalnya setelah lelah bekerja sepanjang hari.

Selain itu, berkat kandungan ibuprofen yang bersifat antiinflamasi, obat ini juga berkhasiat untuk mengatasi peradangan, serta meredakan nyeri gigi dan sakit kepala. Karena ibuprofen memiliki efek yang cukup kuat, dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini setelah makan agar dapat mencegah terjadinya iritasi pada lambung.

9. Sanbe Farma Sanaflu

9. Sanbe Farma Sanaflu

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Tokopedia

Lihat produk ini di Blibli

Harga : Rp 3.000

Meredakan sakit kepala karena flu tanpa membuat Anda mengantuk

Saat Anda menderita flu dan merasakan sakit kepala yang menyiksa dan gejala flu lainnya yang mengganggu aktivitas, Sanaflu bisa membantu meringankan rasa nyeri yang Anda rasakan. Kandungan zat aktif paracetamol atau yang dikenal juga sebagai asetaminofen di dalamnya cenderung aman bagi pencernaan dan cukup efektif mengatasi sakit kepala karena flu.

Bagi Anda yang sedang bekerja sementara nyeri kepala karena flu terasa begitu menyiksa, Sanaflu dapat menjadi pilihan obat pereda nyeri yang tepat karena tidak akan membuat Anda mengantuk. Nyeri kepala hilang, pekerjaan Anda pun terselesaikan tanpa terganggu!

8. Iremax

8. Iremax

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 20.000

Efektif meredakan nyeri gigi dan mengurangi peradangan

Sakit gigi yang disertai bengkak tentu sangat menyiksa. Untuk mengatasi hal itu, Iremax bisa menjadi pilihan yang tepat! Setiap tabletnya mengandung 200 mg ibuprofen yang berfungsi sebagai analgesik dan juga antiinflamasi sehingga sangat efektif untuk meredakan berbagai rasa nyeri, termasuk nyeri karena sakit gigi, sekaligus mengatasi peradangan.

Iremax juga efektif meredakan gejala ringan hingga sedang akibat nyeri otot, nyeri haid, atau nyeri setelah operasi. Bagi Anda yang memiliki pencernaan sensitif, kami sarankan untuk tidak mengonsumsi obat ini selain dengan anjuran dokter. Sebaiknya Anda mengonsumi obat ini setelah makan atau bersama antacid agar lambung terlindungi.

7. Bodrexin Tablet

7. Bodrexin Tablet

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Tokopedia

Lihat produk ini di Blibli

Harga : Rp 4.000

Ampuh meredakan nyeri dan demam dengan rasa jeruk yang disukai anak

Rasa cemas tentu menghinggapi setiap orang tua ketika si kecil terkena demam atau merasa nyeri, misalnya akibat sakit gigi. Bodrexin tablet merupakan obat pereda nyeri yang bisa menjadi pilihan Anda karena aman bagi anak-anak. Obat ini mengandung acetosal, atau yang lebih dikenal sebagai aspirin, sebanyak 80 mg dalam setiap tabletnya yang efektif meredakan rasa nyeri dan demam.

Obat ini dapat dikonsumsi anak mulai usia 2 hingga 8 tahun dengan aturan pakai yang berbeda. Dengan rasa jeruknya yang manis, obat ini bisa langsung dikunyah tanpa perlu membujuk anak agar mau minum obat. Sebelum Anda memberikan obat ini untuk si kecil, jangan lupa untuk memastikan bahwa anak Anda tidak memiliki alergi terhadap aspirin.

6. Kirkland Extra Strength Acetaminophen 500 mg

6. Kirkland Extra Strength Acetaminophen 500 mg

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Tokopedia

Lihat produk ini di Blibli

Harga : Rp 250.000

Meredakan nyeri dengan cepat dan aman bagi pencernaan

Asetaminofen dipercaya sebagai pereda nyeri dengan efek samping paling minimal jika dibandingkan dengan bahan aktif lainnya. Kandungan 500 mg asetaminofen dalam produk ini dalam setiap kaplet produk ini mampu membantu meredakan nyeri ringan pada otot, kram sebelum atau ketika haid, nyeri akibat demam, dan lainnya.

Obat ini tidak mengandung aspirin sehingga cocok untuk Anda yang memerlukan obat pereda nyeri tanpa efek samping bagi lambung. Namun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau memiliki gangguan fungsi hati, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

5. Feminax Express

5. Feminax Express

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 90.000

Sahabat terbaik wanita untuk mengatasi nyeri haid

Keluhan yang paling umum dialami wanita saat menstruasi adalah nyeri dan kram perut. Pastinya mengganggu sekali jika nyeri tersebut hadir di saat Anda harus melakukan banyak aktivitas. Feminax, sebagai obat pereda nyeri haid yang sudah sangat dikenal, menghadirkan Feminax Express yang mampu bekerja dua kali lebih cepat dibandingkan ibuprofen biasa!

Produk ini mengandung ibuprofen dalam bentuk lysine yang secara spesifik menargetkan nyeri haid serta gejala-gejala terkait, seperti sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, dan lainnya. Karena kandungan ibuprofen per tabletnya cukup tinggi, disarankan untuk mengonsumsi obat ini setelah makan.

4. Proris Ibuprofen

4. Proris Ibuprofen

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Tokopedia

Lihat produk ini di Blibli

Harga : Rp 22.000

Ampuh meredakan demam dan sakit gigi pada anak

Daya tahan tubuh anak-anak biasanya tidak sekuat orang dewasa sehingga mereka mudah sekali terkena demam. Proris sirup ini mengandung 100 mg ibuprofen dalam setiap sendok takar (5 ml) yang efektif meredakan demam serta berbagai jenis nyeri lainnya yang dialami anak.

Proris sirup ini layak untuk selalu disiapkan dalam kotak obat di rumah karena selain diperuntukkan bagi anak-anak mulai usia 1 – 12 tahun, obat ini juga dapat dikonsumsi orang dewasa. Produk ini juga cocok untuk dikonsumsi oleh Anda yang ingin meringankan nyeri pada sendi akibat reumatik atau karena terkilir.

3. Bayer Cardio Aspirin

3. Bayer Cardio Aspirin

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Blibli

Harga : Rp 15.800

Pereda nyeri yang juga berfungsi untuk mengurangi risiko setelah serangan jantung

Sesuai dengan namanya, tablet Cardio Aspirin dari Bayer berfungsi membantu mencegah terjadinya penyumbatan trombosit sehingga direkomendasikan untuk mengurangi risiko serangan jantung lanjutan. Obat ini juga mampu memperkecil risiko munculnya stroke susulan pada pasien yang sebelumnya pernah mengalami serangan stroke.

Cardio Aspirin juga dapat mencegah agar tidak terjadi penyumbatan pada sambungan pembuluh darah pasien yang baru menjalani operasi bypass. Selain itu, seperti halnya produk lain yang memiliki kandungan aspirin, produk ini juga dapat membantu meredakan nyeri akibat sakit kepala, nyeri gigi, nyeri otot, dan lainnya. Pastikan Anda mengonsumsi obat ini sesuai petunjuk pemakaian.

2. Shouniyo Bufferin CII

2. Shouniyo Bufferin CII

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 300.000

Aman untuk anak dan dapat meringankan efek menggigil karena demam

Tubuh dan pencernaan anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu, Anda harus ekstra hati-hati dalam memberikan obat pereda nyeri untuk si kecil. Dengan bahan aktif asetaminofen 33 mg dalam setiap tabletnya, obat ini aman untuk dikonsumsi oleh anak mulai usia 3 tahun karena tidak berbahaya bagi pencernaan.

Produk ini direkomendasikan untuk anak yang terkena demam tinggi hingga menggigil. Setelah mengonsumsi obat ini, demam akan berangsur turun. Selain itu, obat ini juga mampu meredakan berbagai nyeri lainnya akibat sakit gigi, memar, radang tenggorokan, nyeri otot, dan lainnya. Pasti akan sangat praktis jika produk ini selalu tersedia di kotak obat di rumah Anda!

1. Bodrex Extra

1. Bodrex Extra

Lihat produk ini di Lazada

Lihat produk ini di Tokopedia

Harga : Rp 2.000

Mengatasi sakit kepala tanpa disertai rasa kantuk!

Bodrex Extra menggunakan dua bahan aktif ibuprofen dan paracetamol yang dapat meredakan sakit kepala Anda dengan lebih efektif. Kedua kandungan tersebut berfungsi sebagai analgesik atau pereda nyeri yang akan langsung bekerja di pusat sakit kepala Anda. Selain itu, obat ini juga mengandung paracetamol yang bersifat antipiretik untuk membantu meredakan demam.

Obat ini juga mengandung kafein yang menstimulasi saraf Anda sehingga tidak akan menimbulkan rasa kantuk setelah dikonsumsi. Cocok untuk Anda yang menderita sakit kepala tiba-tiba saat ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, atau saat harus melakukan perjalanan dengan menyetir kendaraan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi obat pereda nyeri

Berikut ini kami akan memberikan tip yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi obat pereda nyeri.

Perhatikan waktu dan cara mengonsumsinya

Perhatikan waktu dan cara mengonsumsinya

Untuk meminum obat pereda nyeri, jangan menunggu hingga Anda tersiksa oleh rasa nyeri yang Anda rasakan. Sebaiknya Anda mengonsumsi obat pereda nyeri ketika nyeri baru mulai terasa agar rasa nyeri bisa diredakan dengan lebih efektif. Misalnya untuk nyeri haid, lebih baik jika Anda mulai mengonsumsi obat pereda nyeri saat rasa nyeri belum terlalu kuat.

Apabila nyeri yang Anda rasakan muncul secara tiba-tiba, konsumsilah pereda nyeri secepat mungkin. Pastikan juga Anda mengikuti aturan minum yang tertera. Beberapa jenis pereda nyeri memiliki aturan minum sendiri, misalnya jumlah dosis untuk sekali minum, atau berapa lama waktu yang ditentukan untuk konsumsi berikutnya.

Jika Anda mengonsumsi obat pereda nyeri terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, organ dalam tubuh akan terbebani. Dalam rentang waktu satu bulan, pastikan Anda hanya mengonsumsi obat pereda nyeri maksimal selama 10 hari. Bagaimanpun, obat pereda nyeri hanya memiliki efek sementara. Jika nyeri tidak segera reda, periksakanlah diri Anda ke dokter.

Bagaimana mengatasi nyeri yang tidak reda setelah mengonsumsi obat?

Bagaimana mengatasi nyeri yang tidak reda setelah mengonsumsi obat?

Jika obat pereda nyeri yang Anda minum tidak bekerja dengan efektif, pastikan Anda mengecek apakah dosisnya sudah sesuai. Obat pereda nyeri bisa jadi tidak memberikan efek jika Anda mengonsumsinya bersama alkohol, susu, atau minuman selain air putih. Tentu Anda tidak menginginkan jika kandungan di dalam obat jadi tidak ada artinya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda meminum obat pereda nyeri dengan air putih biasa atau air hangat.

Setelah Anda mengonsumsi obat pereda nyeri, biasanya efeknya akan terasa setelah sekitar 1 hingga 2 jam. Jika setelah durasi tersebut Anda tidak merasakan efek apa pun, jangan langsung menambah konsumsi obat. Sebaiknya Anda beristirahat atau melakukan pemijatan dengan ibu jari (akupresur) dan memperhatikan kondisi lebih lanjut.

Sebagai tambahan, obat pereda nyeri tidak bekerja pada penyakit organ dalam. Jika Anda tidak merasakan efek yang diharapkan setelah mengonsumsi obat, bisa jadi rasa nyeri tersebut diakibatkan oleh organ dalam tubuh. Jangan ambil keputusan sendiri dan segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan lainnya.

Kesimpulan

Obat pereda nyeri tersedia dalam berbagai jenis dan sangat mudah didapatkan di toko-toko obat terdekat Anda. Akan tetapi, yang paling penting adalah memilih produk yang sesuai dengan gejala yang Anda rasakan. Pilihlah obat yang paling tepat untuk nyeri Anda sesuai dengan bahan-bahan aktif yang telah kami paparkan di atas. Dapatkan obat pereda nyeri terbaik untuk mengurangi rasa tidak nyaman Anda ketika sakit!