1. TOP
  2. >
  3. Kesehatan
  4. >
  5. Alat medis
  6. >
  7. 10 Alat Bantu Dengar Terbaik - Ditinjau oleh Dokter Spesialis THT-KL (Terbaru Tahun 2023)
  • 10 Alat Bantu Dengar Terbaik - Ditinjau oleh Dokter Spesialis THT-KL (Terbaru Tahun 2023) 1
  • 10 Alat Bantu Dengar Terbaik - Ditinjau oleh Dokter Spesialis THT-KL (Terbaru Tahun 2023) 2
  • 10 Alat Bantu Dengar Terbaik - Ditinjau oleh Dokter Spesialis THT-KL (Terbaru Tahun 2023) 3
  • 10 Alat Bantu Dengar Terbaik - Ditinjau oleh Dokter Spesialis THT-KL (Terbaru Tahun 2023) 4
  • 10 Alat Bantu Dengar Terbaik - Ditinjau oleh Dokter Spesialis THT-KL (Terbaru Tahun 2023) 5

10 Alat Bantu Dengar Terbaik - Ditinjau oleh Dokter Spesialis THT-KL (Terbaru Tahun 2023)

Mampu mendengar dengan baik adalah sebuah anugerah. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat beberapa orang mengalami gangguan pendengaran. Untuk mengatasinya, menggunakan alat bantu dengar bisa menjadi pilihan. Alat ini bisa membantu mempermudah komunikasi bagi para lansia dan golongan usia lainnya. Namun, bagaimanakah cara memilih alat bantu dengar yang bagus?


Kami akan membagi tips untuk memilih alat bantu dengar terbaik untuk Anda. Anda bisa pertimbangkan produk rekomendasi kami dari merek Beurer, BiON, Widex, dan sebagainya. Baca juga komentar dari dokter spesialis THT-KL kami, dr. Agustinus Purba. Simak artikel sampai akhir, ya!

Diperbaharui 10-11-2022
Pakar
Dokter spesialis THT-KL
dr. Agustinus Purba

dr. Agustinus adalah dokter spesialis telinga hidung tenggorok kepala leher lulusan Universitas Sumatera Utara tahun 2018. Beliau berpengalaman menangani sinusitis, rinitis alergi, polip hidung, tonsilitis, snoring, serumen prop, dan sebagainya. Saat ini beliau berpraktik pribadi di THT BEATRIX Medan dan RS Siloam Dhirga Surya Medan. Beliau memiliki prestasi sebagai runner-up Photo Competition International Sound Hearing 2019 Bali. Beliau juga menjadi juara tiga di Video Tiktok Competition Kongres Nasional PERHATI-KL 2020.

Profil dr. Agustinus Purba
Penyunting
mybest, Inc.
Tim editorial mybest

mybest adalah situs layanan informasi produk rekomendasi berdasarkan uji coba menyeluruh serta bantuan pendapat oleh pakar. Menghasilkan konten setiap hari, mybest menyediakan pengalaman memilih terbaik bagi lebih dari 3 juta user per bulannya. Berbagai tema konten, mulai dari kosmetik, kebutuhan sehari-hari, elektronik rumah tangga, hingga jasa bisa ditemukan di mybest.

Profil Tim editorial mybest
  • Konten ini dibuat secara independen oleh mybest. Kami mungkin menerima produk dan layanan secara gratis dari produsen dan/atau pemasangan iklan. Namun, produsen dan lainnya tidak terlibat dalam isi konten ataupun penentuan peringkat.
  • Silakan lihat kebijakan editorial mybest untuk detailnya
Pakar yang ada di artikel ini meninjau cara memilih dan tidak berkontribusi dalam pemilihan produk atau layanan yang ada di dalam artikel.Produk dan layanan dalam artikel ini dipilih dan diurutkan secara mandiri oleh Tim Editorial mybest berdasarkan hasil riset di berbagai sumber. (Diperbaharui pada 13 Januari 2023)

Dari ringan sampai parah, pahami tingkat gangguan pendengaran

Dari ringan sampai parah, pahami tingkat gangguan pendengaran

Tingkatan gangguan pendengaran dapat diperkirakan dari tindakan-tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini petunjuk untuk mengukur tingkat gangguan pendengaran menurut standar WHO.


  • Gangguan ringan memiliki ambang pendengaran 26-40 dB. Pada tingkatan ini, Anda masih bisa mendengar percakapan biasa dari jarak satu meter. Namun, Anda tidak bisa mendengar bisikan dari jarak dekat. Anda juga mungkin sering ditegur karena menyalakan TV dengan suara yang terlalu keras.

  • Gangguan sedang memiliki ambang pendengaran 41–60 dB. Di tingkatan ini, Anda tidak bisa mendengar percakapan dalam volume wajar. Lawan bicara harus mengeraskan suaranya saat berbicara dengan Anda sehingga Anda bisa memahaminya.

  • Gangguan berat memiliki ambang pendengaran 61–80 dB. Pada level ini, Anda tidak dapat mendengar orang berbicara tanpa menggunakan alat bantu dengar. Anda hanya bisa mendengar percakapan jika lawan bicara mendekat ke telinga Anda dan mengeraskan suaranya.

  • Gangguan parah memiliki ambang pendengaran 81 dB ke atas. Di tingkat ini, gangguan pendengaran Anda sudah memasuki fase tuli dan tidak dapat disembuhkan. Anda sama sekali tidak dapat mendengar suara, bahkan yang sangat keras sekalipun. Anda juga tidak bisa mendengar kendaraan mendekat sampai Anda benar-benar melihatnya.
dr. Agustinus Purba
Dokter spesialis THT-KL
dr. Agustinus Purba

Gangguan pendengaran terbagi atas gangguan pendengaran konduktif, sensorineural, dan campuran. Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • kotoran telinga,
  • cairan di telinga,
  • nanah di telinga,
  • infeksi,
  • tumor nasofaring,
  • polip,
  • sinusitis, atau
  • masalah pada saraf pendengaran.

Semua faktor tersebut dapat menyebabkan pendengaran terganggu. Namun, apakah semuanya perlu alat bantu dengar? Jawabannya: tidak.


Alat bantu dengar hanya ditujukan pada gangguan pendengaran saraf dan dipastikan telinga bersih, tidak ada kotoran, atau tidak ada luka ataupun infeksi. Setelah itu, dilakukan tes pendengaran untuk mengetahui tingkat kerusakan saraf pendengaran.


Pemilihan alat bantu dengar disesuaikan dengan kondisi kerusakan saraf pendengaran, aktivitas dan kenyamanan, serta disesuaikan dengan kemampuan daya beli pasien.

Berkolaborasi dengan pakar: Cara memilih alat bantu dengar

Walaupun fungsi dasarnya sama, alat bantu dengar terdiri dari berbagai model. Bentuk, fitur, dan kemampuan menangkap suaranya pun bermacam-macam. Berikut ini kami paparkan beberapa poin dalam memilih alat bantu dengar yang tepat untuk Anda. Yuk, disimak!

① Kenali tipe alat bantu dengar

Hal pertama yang harus Anda perhatikan dalam memilih alat bantu dengar adalah tipenya. Ada tiga tipe alat bantu dengar yang saat ini ada di pasaran. Simaklah penjelasan berikut ini untuk mengetahui perbedaan tiap tipenya.

Tipe ITE (in-the-ear), cocok untuk pengguna kacamata

Tipe ITE (in-the-ear), cocok untuk pengguna kacamata
Tipe alat bantu dengar yang sering ditemukan adalah tipe ITE. Anda cukup memasukkannya ke dalam lubang telinga untuk menggunakannya. Tipe ini cocok untuk Anda yang menitikberatkan privasi karena alatnya diletakkan di dalam telinga sehingga sulit dilihat orang lain.

Kelebihan dari tipe ITE adalah pemasangan yang mudah serta nyaman digunakan oleh penggunanya. Suara yang dihasilkan pun terdengar lebih alami karena pemasangannya dekat dengan gendang telinga. Tipe ini berukuran kecil dengan sedikit tombol sehingga mudah digunakan oleh anak-anak. Bagi Anda pengguna kacamata, tipe ini cocok untuk dipilih karena tidak akan mengganggu gagang kacamata.


Kekurangan tipe ini adalah tersumbatnya kotoran telinga sehingga membutuhkan perawatan yang rutin dan teliti. Ukuran tombolnya pun kecil sehingga terkadang membuat lansia sulit mengoperasikannya. Selain itu, tipe ini tidak dilengkapi fitur modern, seperti konektivitas Bluetooth.

dr. Agustinus Purba
Dokter spesialis THT-KL
dr. Agustinus Purba

Model ini dipasang di pintu liang telinga. Bentuknya dicetak menyesuaikan tekstur anatomi pintu liang telinga dan tidak masuk ke dalam liang telinga. Ukurannya cukup besar dan kemampuan menguatkan suara cukup baik sehingga dapat digunakan pada gangguan pendengaran ringan sampai berat. Daya tahan baterainya lebih besar dibandingkan model yang lebih kecil sehingga dapat digunakan lebih lama.


Namun, dengan segala kelebihannya, model ini menangkap suara bising lebih banyak dibandingkan model yang lebih kecil. Kotoran telinga juga lebih mudah mengalami penyumbatan, terutama pada pasien yang memiliki produksi kotoran dan kelenjar minyak telinga yang aktif.


Karena tidak ada bagian yang menempel di daun telinga, model ini cukup nyaman bagi pasien yang menggunakan kacamata medis. Model ini juga cukup nyaman bagi pasien ingin memakai kacamata hitam saat cuaca cerah atau terik.

Tipe BTE (behind-the-ear), memiliki beragam desain dan lebih mudah digunakan

Tipe BTE (behind-the-ear), memiliki beragam desain dan lebih mudah digunakan

Untuk pemasangan baterai yang mudah, Anda dapat memilih alat bantu dengar tipe BTE. Perbedaan tipe ini dengan ITE terlihat pada posisi komponen utama, seperti baterai dan mikrofon. Pada tipe BTE, komponen utama terletak di belakang telinga Anda. Hal ini dapat mengurangi terjadinya suara feedback saat digunakan. Lalu, suara yang teramplifikasi akan disalurkan ke dalam telinga Anda melalui kabel.


Karena dikaitkan ke belakang telinga, hearing aid ini memiliki ruang lebih luas untuk mengakomodasi fitur tambahan. Fitur tambahan ini dapat berupa mikrofon, anti-feedback, dan Bluetooth. Alhasil, tipe ini mampu mengatasi berbagai tingkat gangguan pendengaran.


Di sisi lain, tipe BTE akan sedikit mengganggu saat dikenakan dengan kacamata. Iritasi kulit bagian belakang telinga setelah penggunaan jangka panjang juga mungkin dialami. Walaupun begitu, tipe ini tersedia dalam beragam desain sehingga dapat disesuaikan dengan selera fesyen Anda. Tipe ini cocok untuk para lansia karena nyaman digunakan dan tidak rawan jatuh.

dr. Agustinus Purba
Dokter spesialis THT-KL
dr. Agustinus Purba

Alat model BTE adalah model konvensional dan paling sering digunakan sejak lama. Alat ini diletakkan di belakang daun telinga dan terhubung ke cetakan telinga (ear mold) yang berada di pintu liang telinga. Saat ini, tersedia berbagai ukuran BTE mulai dari yang besar, sedang, hingga kecil.


Daya penguatan suara (amplifikasi) model ini tergolong baik. Kekurangan model ini adalah risiko terjatuh, terutama bagi pemakai yang aktif bergerak, berlari, atau berolahraga. Namun, hal tersebut dapat dicegah dengan adanya pengait (hook) ke kerah baju ataupun hook karet yang mengelilingi daun telinga.


Pada pemakai kacamata yang ingin menggunakan model BTE, sebaiknya pilih ukuran kecil. Jangan lupa untuk berhati-hati saat melepas kacamata agar BTE tidak terjatuh dan terlepas.

Tipe pocket (saku), untuk Anda yang jarang menggunakan hearing aid

Tipe pocket (saku), untuk Anda yang jarang menggunakan hearing aid

Apakah Anda familier dengan walkman? Alat bantu dengar tipe pocket atau saku memiliki bentuk yang serupa. Karena itu, tipe ini cocok untuk Anda yang tidak ingin terlihat seperti sedang menggunakan hearing aid. Tipe ini memiliki pengaturan tombol dan volume yang mudah. Bagian mikrofonnya dapat didekatkan ke lawan bicara sehingga Anda lebih mudah mendengar, bahkan saat berada di keramaian.


Walaupun sedikit repot saat dikenakan, tipe ini biasanya menggunakan baterai AA yang mudah didapatkan. Kekurangannya adalah kabel yang menjulur di dada sehingga kadang mengganggu penampilan dan merepotkan. Namun, beberapa model dapat Anda pakai, seperti kalung atau dipasangkan ke sabuk pinggang Anda.

dr. Agustinus Purba
Dokter spesialis THT-KL
dr. Agustinus Purba

Kemampuan alat ini ditujukan untuk gangguan pendengaran ringan hingga berat. Harga alat model ini sangat terjangkau dibandingkan model lainnya. Model ini dapat dikantongi dan tidak ada alat yang tergantung di daun telinga.


Selain itu, model ini tetap dapat digunakan pada pasien yang menggunakan kacamata. Pemakai model ini sekilas terlihat seperti orang yang memakai walkman atau mendengarkan musik dari handphone.

② Sesuaikan tipe alat bantu dengar dengan tingkat gangguan pendengaran

Sesuaikan tipe alat bantu dengar dengan tingkat gangguan pendengaran

Poin terpenting saat memilih alat bantu dengar adalah menyesuaikannya dengan tingkat gangguan pendengaran yang Anda alami. Setiap alat bantu dengar memiliki kemampuan “mendengar” yang berbeda. Karena itu, Anda perlu mengetahui tingkat gangguan pendengaran sebelum memilih hearing aid.


Sebelumnya, kami telah memperkenalkan tipe-tipe alat bantu dengar yang umum dijumpai. Kali ini, Anda perlu menyesuaikannya dengan tingkat gangguan pendengaran yang Anda alami. Untuk lebih jelasnya, simak uraiannya berikut ini.


  • Tipe ITE, cocok untuk Anda yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang.
  • Tipe BTE dan saku, cocok untuk Anda yang mengalami tingkat gangguan pendengaran berat hingga parah.

Nah, itu tadi rekomendasi tipe hearing aid yang sesuai dengan tingkat gangguan pendengaran. Namun, apabila Anda merasa kurang yakin, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkonsultasi dengan dokter.

dr. Agustinus Purba
Dokter spesialis THT-KL
dr. Agustinus Purba

Anda tidak perlu khawatir dan putus asa saat mengetahui adanya kerusakan saraf pendengaran karena masih ada solusinya. Pemilihan alat bantu dengar dapat disesuaikan dengan tingkat kerusakan saraf pendengaran. Mintalah tester pada penyedia alat untuk dipakai beberapa saat agar kenyamanannya bisa diketahui.


Alat bantu pendengaran dipilih bukan hanya berdasarkan kemampuan menguatkan suara. Alat tersebut juga perlu diketahui kenyamanannya serta tidak bising, tidak berdenging, dan tidak membuat sakit kepala. Khusus untuk gangguan pendengaran sangat berat (profound), alat bantu dengar tidak mampu menolong dan pilihannya adalah operasi implan koklea.

③ Pertimbangkan fitur lain dan performa dari alat bantu dengar

Pertimbangkan fitur lain dan performa dari alat bantu dengar

Selain tipenya, faktor lain yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih hearing aid adalah performanya. Walaupun tipenya sama, performa yang dimiliki bisa jadi berbeda-beda. Ada yang hanya bisa digunakan dalam hitungan jam, ada yang mampu bertahan hingga berhari-hari. Umumnya, alat bantu dengar yang power-nya mampu bertahan hingga berhari-hari lebih disukai.


Kenyamanan juga merupakan poin penting saat memilih hearing aid, apalagi jika Anda akan menggunakannya untuk jangka panjang. Cek juga opsi pengaturan volume suara dan fitur noise reduction. Fitur ini membantu hearing aid untuk mengamplifikasi suara dari lawan bicara dengan cara meredam bising latar belakang. Dengan begitu, Anda lebih mudah mengikuti sebuah pembicaraan.


Alat bantu dengar dengan fitur dan performa berkualitas baik tentu memiliki harga yang lebih tinggi. Namun, hal ini masih relatif bergantung pada suara dan noise yang dihasilkan. Dengan berbagai harga dan performa yang ditawarkan, Anda perlu teliti dalam memilih hearing aid.

dr. Agustinus Purba
Dokter spesialis THT-KL
dr. Agustinus Purba

Beberapa alat sudah dapat terkoneksi dengan Bluetooth sehingga dapat digunakan secara wireless untuk menerima telepon ataupun menonton televisi. Ukuran alat bantu dengar juga sudah jauh lebih kecil dibandingkan beberapa tahun lalu. Daya tahan baterai juga lebih lama pada model terbaru.

10 Rekomendasi alat bantu dengar terbaik

Selanjutnya, kami akan merekomendasikan sepuluh produk alat bantu dengar terbaik yang kami tentukan berdasarkan cara memilih di atas. Produk-produk ini dipilih secara teliti dengan mempertimbangkan kualitas produk, review pembeli, dan tingkat kepercayaan terhadap seller. Produk kami urutkan berdasarkan popularitasnya di marketplace Shopee.
Produk
Gambar
Harga terendah
Poin
1

CYBER SONIC

Alat Bantu Dengar

CYBER SONIC  Alat Bantu Dengar  1枚目

Hearing aid ekonomis dengan fitur lengkap untuk first time user

2

BiON

Alat Bantu Dengar Pocket

BiON  Alat Bantu Dengar Pocket  1枚目

Lebih nyaman berkat cara membawanya yang bervariasi

3

AXON

Hearing Aid

AXON  Hearing Aid  1枚目

Pengontrolan volume yang fleksibel untuk pendengaran sensitif

4

BiON

Hearing Aid

BiON  Hearing Aid  1枚目

Hearing aid sederhana bagi penderita gangguan pendengaran ringan

5

AXON

Body Hearing Aid

AXON  Body Hearing Aid  1枚目

Mudah dikendalikan, alat bantu dengar untuk lansia

6

Jamay

Rechargeable Mini Hearing Aid

Jamay  Rechargeable Mini Hearing Aid 1枚目

Alat bantu dengar dengan rechargeable battery

7

Beurer

Hearing Amplifier

Beurer  Hearing Amplifier 1枚目

Menghasilkan suara yang jelas di dalam dan di luar ruangan

8

NESCO

Hearing Aid

NESCO Hearing Aid  1枚目

Hearing aid yang fleksibel dan nyaman digunakan seharian

9

Taffware

TaffOmicron In Ear Hearing Aid

Taffware  TaffOmicron In Ear Hearing Aid 1枚目

Alat bantu dengar mini yang tidak mengganggu fesyen Anda!

10

Widex

Evoke Fashion

Widex Evoke Fashion 1枚目

Hearing aid cerdas yang dapat meringankan keluhan akibat tinnitus

Perincian produk
Close
No.1

CYBER SONIC Alat Bantu Dengar JZ-1088A

Mulai dari Rp25.900,00

Hearing aid ekonomis dengan fitur lengkap untuk first time user

Kelebihan:

  • Cocok untuk pengguna dengan gangguan pendengaran ringan hingga berat

Kekurangan:

  • Menurut beberapa pengguna suara yang dihasilkan kurang jernih

Bagi pengguna pertama hearing aid, kami merekomendasikan alat bantu dengar dari CYBER SONIC. Dengan harga yang terjangkau, produk ini dilengkapi dengan semua fitur dasar dari alat bantu dengar. Anda dapat memilih dari enam opsi volume suara sesuai tingkat kenyamanan Anda.


Selain itu, ada tiga ukuran eartip yang bisa Anda pilih berdasarkan bentuk telinga Anda. Alat ini bisa digunakan untuk gangguan pendengaran yang ringan atau berat sekalipun. Produk ini patut Anda coba!

No.2

BiON Alat Bantu Dengar Pocket V-99

Mulai dari Rp149.900,00

Lebih nyaman berkat cara membawanya yang bervariasi

Kelebihan:

  • Dilengkapi fitur pengaturan suara
  • Cocok untuk penderita gangguan pendengaran berat

Kekurangan:

  • Ukurannya relatif besar dan berkabel sehingga dapat mengganggu penampilan

Hearing aid tipe saku dari BiON ini dilengkapi dengan fitur pengaturan suara yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Meski disebut sebagai tipe pocket, tetapi Anda bisa memasang alatnya ke sabuk pinggang atau keliling leher Anda, lho!


Menariknya lagi, produk ini memiliki tampilan dengan dua kombinasi warna, yakni hitam dan putih. Tidak hanya itu, produk ini juga cocok untuk penderita gangguan pendengaran berat.

No.3

AXON Hearing Aid K-80

Mulai dari Rp87.000,00

Pengontrolan volume yang fleksibel untuk pendengaran sensitif

Kelebihan:

  • Berukuran kecil dan tanpa kabel sehingga tidak mengganggu fesyen Anda

Kekurangan:

  • Suara kurang jelas dan hilang timbul menurut beberapa pengguna

Salah satu gejala yang sering dialami penderita gangguan pendengaran adalah hiperakusis. Kondisi ini merupakan kepekaan yang berlebihan terhadap suara. Suara-suara, seperti klakson mobil atau dering telepon akan terdengar lebih keras dari biasanya.


Alat bantu dengar AXON K-80 dibekali dengan sakelar berputar yang berfungsi sebagai pengaturan volume suara. Dengan demikian, Anda lebih bebas untuk menyesuaikan besar suara yang Anda dengar. Selain itu, produk ini sangat pas di dalam telinga sehingga tidak akan bertabrakan dengan kacamata.

No.4

Hearing aid sederhana bagi penderita gangguan pendengaran ringan

Kelebihan:

  • Baterai dapat dicas kembali
  • Berukuran mini dengan warna menyerupai kulit sehingga tidak mengganggu penampilan
  • Hearing aid tanpa kabel sehingga pengguna lebih leluasa bergerak

Kekurangan:

  • Beberapa ulasan mengatakan baterai hanya bertahan dalam waktu singkat
  • Tombol fitur kecil, kurang cocok untuk lansia

Untuk Anda yang menderita gangguan pendengaran ringan, alat bantu dengar BiON K-88 bisa menjadi pilihan. Produk ini juga mudah digunakan oleh anak-anak karena desainnya sederhana.


Anda hanya perlu mengatur tombol on/off dan volume suara untuk menggunakannya. Selain itu, produk ini dapat di-charge sehingga Anda tidak perlu repot mencari baterai yang kompatibel. Anda juga dapat menghemat biaya dari pembelian baterai, lho.

No.5

AXON Body Hearing Aid X-136

Mulai dari Rp175.000,00

Mudah dikendalikan, alat bantu dengar untuk lansia

Kelebihan:

  • Tombol kontrol volume berukuran besar, mudah digunakan lansia
  • Dilengkapi fitur noise reduction untuk mengurangi suara latar belakang

Kekurangan:

  • Memiliki kabel yang menjulur di dada sehingga mengganggu penampilan

Bagi para lansia, mengendalikan alat bantu dengar terkadang bisa terasa menyulitkan. Tombol pengaturan yang kecil menjadi salah satu kendalanya. Karena itu, AXON X-136 hadir untuk menjawab permasalahan tersebut.


Hearing aid tipe pocket ini berukuran besar sehingga memudahkan penggunanya untuk mengatur tombol dan volume suara. Alat ini juga dibekali dengan fitur noise reduction untuk mengurangi suara latar belakang yang mengganggu. Dengan begitu, Anda dapat mendengar dengan lebih jelas, bahkan saat berada di tempat ramai dan berisik.

No.6

Jamay Rechargeable Mini Hearing Aid H9

Mulai dari Rp199.000,00

Alat bantu dengar dengan rechargeable battery

Kelebihan:

  • Dilengkapi fitur noise reduction

Kekurangan:

  • Hearing aid tidak waterproof, rawan rusak jika terkena air

Alat bantu dengar biasanya dilengkapi dengan baterai yang tidak rechargeable. Namun, tidak begitu dengan produk dari Jamay ini. Anda tidak perlu membeli baterai baru, cukup pasangkan saja ke charging dock station yang tersedia.


Selain itu, produk ini juga dilengkapi dengan fitur noise reduction yang berfungsi untuk mengurangi bising. Produk ini dapat beroperasi sekitar 15 jam sehingga cocok untuk menemani kegiatan Anda sehari-hari.

No.7

Beurer Hearing Amplifier HA 50

Mulai dari Rp1.020.000,00

Menghasilkan suara yang jelas di dalam dan di luar ruangan

Kelebihan:

  • Dilengkapi kotak khusus, mudahkan penyimpanan
  • Berbobot ringan dan nyaman digunakan untuk anak hingga lansia

Kekurangan:

  • Terdengar suara feedback sehingga menganggu aktivitas menurut beberapa beberapa ulasan

Alat bantu dengar asal Jerman ini cocok bagi penderita gangguan pendengaran yang sedang hingga berat. Beurer HA 50 dapat mengamplifikasi suara dari dalam dan luar ruangan sampai dengan 40 dB. Selain itu, kemampuan output audionya mencapai 128 dB.


Dengan begitu, suara yang Anda dengar tidak hanya lebih jelas, tetapi juga lebih keras. Jika Anda sering bersosialisasi di luar rumah, Anda dapat pertimbangkan produk ini.

No.8

NESCOHearing Aid JH-906

Mulai dari Rp248.640,00

Hearing aid yang fleksibel dan nyaman digunakan seharian

Kelebihan:

  • Dilengkapi tiga eartip dengan beragam ukuran
  • Dilengkapi fitur pengontrolan volume

Kekurangan:

  • Beberapa pengguna merasakan suara feedback saat digunakan untuk beraktivitas

Penderita gangguan pendengaran biasanya memiliki kepekaan berlebihan terhadap suara. Untuk mengatasi gangguan tersebut, Anda membutuhkan hearing aid dari NESCO ini. Produk ini sudah dibekali dengan pengaturan volume suara yang dapat Anda atur sesuai kebutuhan.


Selain itu, produk ini juga dilengkapi tiga eartip yang dapat Anda sesuaikan dengan kenyamanan dan ukuran telinga. Menariknya lagi, produk ini tidak memiliki kabel sehingga lebih fleksibel saat digunakan.

No.9

Taffware TaffOmicron In Ear Hearing AidK-88

Mulai dari Rp210.200,00

Alat bantu dengar mini yang tidak mengganggu fesyen Anda!

Kelebihan:

  • Fleksibel digunakan karena tanpa kabel
  • Memiliki lima pengontrolan volume

Kekurangan:

  • Terdengar suara feedback ketika digunakan oleh beberapa pengguna
  • Eartip kurang nyaman digunakan menurut beberapa pengguna

Jika Anda termasuk orang yang menitikberatkan privasi, alat bantu dengar dari Taffware ini bisa menjadi pertimbangan. Produk ini berukuran kecil dan memiliki pemasangan yang mudah. Selain itu, warnanya pun senada dengan kulit sehingga tidak mengganggu penampilan Anda.


Hearing aid ini juga dilengkapi dengan pouch mini sebagai tempat penyimpanannya. Menariknya lagi, produk ini dibekali dengan lima opsi volume sehingga suara yang masuk bisa terdengar jelas. Jika Anda ingin tetap tampil fashionable, produk ini patut dicoba!

No.10

WidexEvoke Fashion50 FA

Mulai dari Rp6.745.000,00

Hearing aid cerdas yang dapat meringankan keluhan akibat tinnitus

Kelebihan:

  • Dilengkapi program khusus ZEN untuk terapi tinnitus
  • Dilengkapi fitur canggih dan terhubung dengan aplikasi Evoke dari Widex

Kekurangan:

  • Baterai tidak dapat dicas ulang
  • Membutuhkan aplikasi khusus di smartphone untuk menggunakannya

Penderita gangguan pendengaran mungkin mengalami tinnitus, yakni suara berdenging di telinga yang berkelanjutan. Nah, Widex hadir dengan alat bantu dengar digital Evoke 50 FA yang dapat mengurangi keluhan karena tinnitus.


Dengan program ZEN, Anda dapat menikmati melodi yang menenangkan sembari melakukan aktivitas harian. Melodi yang menenangkan ini akan meringankan tinnitus Anda. Selain itu, produk ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang dapat dihubungkan dengan aplikasi khusus dari Widex. Keren, ya!

Tips dari dokter spesialis THT-KL, dr. Agustinus Purba

Tips dari dokter spesialis THT-KL, dr. Agustinus Purba

Pasien dengan kerusakan saraf pendengaran yang bersifat permanen akan memakai alat bantu dengar seumur hidup. Kerusakan saraf pendengaran yang permanen tidak bisa kembali normal dengan obat ataupun suplemen. Kerusakan tersebut bisa menjadi lebih parah seiring waktu.


Sebaiknya periksakan ke dokter THT rutin setiap tahun, terutama pada pasien dengan produksi kotoran telinga aktif. Produksi kotoran telinga yang aktif berisiko menyebabkan kotoran telinganya terdorong ke dalam oleh alat bantu dengar. Akibatnya, pasien merasakan telinga penuh, pendengaran berkurang, berdenging, dan tidak nyaman.

Baca juga rekomendasi alat bantu lainnya di sini

Seiring berjalannya waktu, berbagai sistem tubuh akan mengalami penurunan, seperti indra penglihatan dan mobilitas. Untuk mengatasi masalah tersebut, kami telah menyiapkan rekomendasi produk alat bantu untuk Anda. Simak tiap-tiap artikel dan pilihlah sesuai kebutuhan!

Kesimpulan

Dengan alat bantu dengar yang tepat, Anda dapat berkomunikasi dengan lebih mudah. Sebelum membeli, pastikan bahwa produk yang Anda inginkan sesuai dengan tingkat gangguan pendengaran yang dialami.


Lalu, periksa apakah produk tersebut dilengkapi fitur tambahan, seperti program optimisasi suara dan konektivitas Bluetooth. Jangan lupa untuk pertimbangkan fungsi dan durasi penggunaan hearing aid. Semoga Anda dapat menemukan alat bantu dengar yang sesuai dengan kebutuhan Anda!

Apabila Anda membeli produk yang disebutkan di artikel, mybest mungkin akan menerima sebagian dari hasil penjualan produk tersebut.
Deskripsi setiap produk bersumber dari produsen/brand, situs marketplace, dan sebagainya.

Artikel terkait

Artikel populer

Favlist populer