1. TOP
  2. >
  3. Perawatan hewan
  4. >
  5. Perawatan ikan
  6. >
  7. 10 Kayu Santigi Terbaik - Ditinjau oleh Pebisnis Ikan Cupang (Terbaru Tahun 2023)
  • 10 Kayu Santigi Terbaik - Ditinjau oleh Pebisnis Ikan Cupang (Terbaru Tahun 2023) 1
  • 10 Kayu Santigi Terbaik - Ditinjau oleh Pebisnis Ikan Cupang (Terbaru Tahun 2023) 2
  • 10 Kayu Santigi Terbaik - Ditinjau oleh Pebisnis Ikan Cupang (Terbaru Tahun 2023) 3
  • 10 Kayu Santigi Terbaik - Ditinjau oleh Pebisnis Ikan Cupang (Terbaru Tahun 2023) 4
  • 10 Kayu Santigi Terbaik - Ditinjau oleh Pebisnis Ikan Cupang (Terbaru Tahun 2023) 5

10 Kayu Santigi Terbaik - Ditinjau oleh Pebisnis Ikan Cupang (Terbaru Tahun 2023)

Pohon santigi atau kayu stigi adalah sejenis tanaman perdu yang banyak tumbuh di daerah pesisir. Karena bentuk kayunya eksotis, kayu santigi sering dijadikan ornamen aquascape hingga hiasan kandang reptil. Jenis kayu santigi bermacam-macam, ada kayu santigi laut, darat, karang, pasir, dan gunung.


Bentuknya bisa disesuaikan dengan konsep aquascape atau kandang reptil. Jika Anda berencana membeli kayu santigi, simaklah pembahasan mengenai cara memilih kayu santigi yang bagus. Anda dapat melihat kayu santigi bertekstur lembut hingga berukuran jumbo di rekomendasi produk. Artikel ini sudah ditinjau oleh pebisnis ikan cupang kami, Fauzi Nasution.

Diperbaharui 12-08-2022
Pakar
Pengajar dan pebisnis ikan cupang
Fauzi Nasution

Selain menjadi seorang pengajar di Tim Olimpiade Biologi Indonesia (TOBI), Fauzi juga seorang pebisnis ikan cupang. Ia menjual berbagai macam ikan cupang melalui Instagram-nya. Ia mendapat pengalaman memelihara ikan dan hewan akuatik lainnya dari riset di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), ITB. Pada 2016–2019, Fauzi melakukan beberapa riset menggunakan zebrafish dan udang vaname. Dari pengalaman riset tersebut, Fauzi menjadi familier dengan berbagai masalah terkait pemeliharaan hewan di akuarium.

Profil Fauzi Nasution
Penyunting
mybest, Inc.
Tim editorial mybest

mybest adalah situs layanan informasi produk rekomendasi berdasarkan uji coba menyeluruh serta bantuan pendapat oleh pakar. Menghasilkan konten setiap hari, mybest menyediakan pengalaman memilih terbaik bagi lebih dari 3 juta user per bulannya. Berbagai tema konten, mulai dari kosmetik, kebutuhan sehari-hari, elektronik rumah tangga, hingga jasa bisa ditemukan di mybest.

Profil Tim editorial mybest
  • Konten ini dibuat secara independen oleh mybest. Kami mungkin menerima produk dan layanan secara gratis dari produsen dan/atau pemasangan iklan. Namun, produsen dan lainnya tidak terlibat dalam isi konten ataupun penentuan peringkat.
  • Silakan lihat kebijakan editorial mybest untuk detailnya
Pakar yang ada di artikel ini meninjau cara memilih dan tidak berkontribusi dalam pemilihan produk atau layanan yang ada di dalam artikel.Produk dan layanan dalam artikel ini dipilih dan diurutkan secara mandiri oleh Tim Editorial mybest berdasarkan hasil riset di berbagai sumber. (Diperbaharui pada 13 Januari 2023)

Seperti apa tumbuhan santigi?

Seperti apa tumbuhan santigi?

Tumbuhan santigi sering disebut juga sentigi, centigi, stigi, atau setigi. Santigi laut memiliki nama latin Pemphis acidula. Sementara itu, santigi gunung memiliki nama latin Vaccinium varingifolium dan merupakan spesies yang berbeda dari santigi laut.


Tanaman sejenis perdu ini banyak ditemukan di daerah tropis, khususnya di pesisir pantai berkarang dan berpasirCiri-ciri tumbuhan santigi adalah:


  • Batangnya berkelok-kelok
  • Kulit batangnya bersisik dan berwarna abu-abu atau cokelat
  • Daunnya mungil, tebal, berbentuk elips, dan ditutupi bulu halus ketika masih muda
  • Bunganya berwarna putih dengan enam mahkota. Anda juga akan menemukan bunga yang berwarna pink, apabila beruntung
  • Jangka hidup tanaman santigi termasuk lama. Pertambahan usia akan membuat guratan-guratan muncul pada batang kayu. Hal inilah yang membuat kayu terlihat lebih eksotis

Berkolaborasi dengan pakar: Cara memilih kayu santigi

Pohon santigi biasanya dijadikan bonsai cantik dan estetis oleh pencinta tanaman hias. Sementara itu, para pemelihara ikan hias dan reptil biasanya menjadikan kayu santigi sebagai ornamen pelengkap akuarium atau kandang reptil. Apabila Anda berencana membeli kayu santigi, ketahui dahulu beberapa tips memilih kayu santigi yang tepat berikut ini.

① Pilih berdasarkan asal kayunya

Pohon santigi memang banyak tumbuh di daerah pesisir, tetapi banyak juga pohon santigi yang tumbuh di daerah pegunungan. Karena itu, jangan heran apabila Anda menemukan dua macam kayu santigi, yaitu santigi darat dan santigi laut. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, lho!

Santigi darat, lebih berat sehingga cocok untuk aquascape

Santigi darat, lebih berat sehingga cocok untuk aquascape

Kayu santigi darat berasal dari pohon santigi yang tumbuh di daratan dan jauh dari pantai. Kayu santigi darat memiliki warna cokelat tua atau merah kecokelatan. Bobot kayu santigi darat lebih berat dibanding dengan santigi laut. Karena itu, kayu santigi darat cocok digunakan untuk aquascape karena lebih mudah tenggelam dan tidak mudah busuk.


Santigi darat yang banyak dikenal ada dua macam, yaitu santigi gunung dan mawar. Kedua jenis tanaman santigi tersebut bisa dijadikan bonsai atau tanaman hias. Hal yang membedakan keduanya adalah sebagai berikut:


  • Santigi gunung biasanya tumbuh di sekitar pegunungan atau dataran tinggi. Daun yang masih muda biasanya berwarna merah dan berubah menjadi hijau saat sudah tua.

  • Santigi mawar memiliki daun yang lebih rimbun dan juga rapat. Selain itu, tekstur daun dan batangnya juga relatif lunak.

Santigi laut, lebih ringan bisa untuk habitat reptil

Santigi laut, lebih ringan bisa untuk habitat reptil

Kayu santigi laut berasal dari pohon santigi yang tumbuh di daerah pesisir pantai. Warna kayu santigi laut adalah kuning atau cokelat muda. Selain itu, tekstur batangnya lunak dan bobotnya juga ringan sehingga bisa digunakan sebagai ornamen kandang reptil.

 
Apabila Anda menginginkan kayu santigi laut untuk ornamen akuarium, Anda perlu merendamnya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk membuat kayu lebih berat sehingga dapat tenggelam. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk menghilangkan tanin yang dapat menurunkan pH air dan membuat warna menjadi kecokelatan. Jenis kayu santigi laut yang banyak dijual ada dua macam:


  • Santigi karang memiliki batang berwarna putih dan kulitnya lebih bersisik. Daunnya juga tumbuh lebih lebat dibandingkan santigi pasir.

  • Santigi pasir memiliki daun yang lebih renggang. Selain itu, warna batangnya pun kecokelatan dan akarnya berserabut kecil.

② Cek ukurannya dan sesuaikan dengan akuarium atau kandang

Cek ukurannya dan sesuaikan dengan akuarium atau kandang

Hal lain yang tidak boleh dilewatkan ketika memilih kayu santigi adalah mengecek ukurannya. Ukuran kayu santigi di pasaran bermacam-macam, mulai dari 30 cm hingga 100 cm pun ada.


Dalam hal ini, Anda bisa menyesuaikan dengan ukuran akuarium atau kandang reptil. Tambahan lagi, jangan lupa untuk mencari tahu bobot kayunya. Hal ini akan berpengaruh terhadap daya tekan akuarium atau kandang dan juga biaya kirim.

③ Pertimbangkan yang bentuknya unik dan natural

Pertimbangkan yang bentuknya unik dan natural

Kayu santigi yang dijual di pasaran memiliki bentuk yang beraneka macam. Anda akan menemukan bentuk kayu yang memanjang, melengkung menyerupai terowongan, dan berupa bonggol. Selain itu, ada pula kayu santigi yang berbentuk natural.


Apabila Anda berencana menggunakannya untuk aquascape, pastikan kayu santigi yang dipilih mendukung konsep aquascape. Misalnya saja, Anda berencana membuat konsep aquascape bertema hutan hujan tropis, pilihlah kayu santigi bonggol. Jika Anda memiliki konsep aquascape alami, kayu santigi yang memanjang atau banyak ranting cabang bisa dipilih.


Berbeda halnya jika Anda mencari kayu santigi untuk ornamen rumah reptil. Kayu santigi yang bentuknya melengkung dan agak lebar dapat menjadi pilihan tepat. Alasannya karena reptil bisa bergerak dengan nyaman di batang kayu tersebut.

10 Rekomendasi kayu santigi terbaik

Selanjutnya, kami akan merekomendasikan sepuluh produk kayu santigi terbaik yang kami tentukan berdasarkan cara memilih di atas. Produk-produk ini dipilih secara teliti dengan mempertimbangkan kualitas produk, review pembeli, dan tingkat kepercayaan terhadap seller. Produk kami urutkan berdasarkan popularitasnya di marketplace Shopee. Disclaimer: Sepuluh produk di bawah ini murni rekomendasi mybest dan bukan dari Fauzi Nasution.
Produk
Gambar
Harga terendah
Poin
1

Kayu Santigi Aesthetic Size S

 Kayu Santigi Aesthetic Size S 1枚目

Teksturnya lembut, tempat sempurna untuk reptil

2

Kayu Santigi Size L

 Kayu Santigi Size L 1枚目

Ciptakan habitat untuk tumbuhnya lumut dengan lebat

3

Kayu Santigi Laut

 Kayu Santigi Laut 1枚目

Menyerupai terowongan, bisa menjadi tempat bermain hewan

4

Kayu Santigi Gunung

 Kayu Santigi Gunung 1枚目

Bisa digunakan untuk kandang reptil dan aquascape

5

Akar Kayu Santigi Pasir

 Akar Kayu Santigi Pasir 1枚目

Hiasan eksotis untuk aquascape Anda!

6

Akar Kayu Santigi Size M

 Akar Kayu Santigi Size M 1枚目

Tidak perlu direndam, sudah langsung bisa tenggelam

7

Kayu Santigi Laut Karang

 Kayu Santigi Laut Karang 1枚目

Membuat konsep aquascape paludarium jadi lebih mudah

8

Kayu Santigi Gunung Jumbo

 Kayu Santigi Gunung Jumbo 1枚目

Lebih berat, kokoh, dan tidak mudah bergeser

9

Kayu Santigi Laut Bonggol

 Kayu Santigi Laut Bonggol 1枚目

Bentuk bonggol yang besar jadikan aquascape makin indah

10

Kayu Santigi Driftwood

 Kayu Santigi Driftwood 1枚目

Bentuknya unik, siap percantik paludarium di rumah

Perincian produk
Close
No.1

Kayu Santigi Aesthetic Size S

Mulai dari Rp20.000,00

Teksturnya lembut, tempat sempurna untuk reptil

Kelebihan:

  • Karakter kayu kokoh dan lembut, pas untuk reptil

Kekurangan:

  • Karena dimensinya kecil, hanya cocok untuk aquascape berukuran kecil

Apabila Anda memelihara reptil, seperti ular atau iguana, kayu santigi ini sepertinya cocok dipasang di kandangnya. Struktur yang keras membuat kayu tidak mudah patah saat dibebani para reptil.


Sementara itu, teksturnya yang lembut akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi reptil kesayangan Anda. Suasana di dalam kandang reptil pun jadi lebih bagus dan mirip seperti habitat aslinya.

No.2

Ciptakan habitat untuk tumbuhnya lumut dengan lebat

Kelebihan:

  • Harga lebih ekonomis dibandingkan santigi laut

Kekurangan:

  • Kurang praktis karena tidak langsung tenggelam jika diletakkan di dalam akuarium

Supaya aquascape terlihat lebih indah dan cantik, jangan lupakan moss atau lumut. Kayu santigi ini adalah tempat terbaik untuk menumbuhkan moss. Bentuknya memanjang sehingga cocok diletakkan di dasar akuarium.


Sementara itu, permukaan yang bertekstur akan membuat akar lumut lebih menempel. Agar moss bisa cepat tumbuh dengan rimbun, letakkan akuarium di sudut yang banyak cahaya, ya!

No.3

Menyerupai terowongan, bisa menjadi tempat bermain hewan

Kelebihan:

  • Bukan hanya untuk aquascape atau akuarium, diletakkan di kandang hamster juga oke
  • Diambil dari laut, dijamin tenggelam saat diletakkan di akuarium

Kekurangan:

  • Karena bentuknya bervariasi, Anda perlu mengonfirmasi seller agar produk dikirim sesuai kebutuhan

Membuat terowongan kecil dengan kayu santigi ini dapat menjadi ide yang menarik. Celah ranting dan gua kecil di bawah kayu bisa menjadi tempat ikan untuk berenang dan bermain. Beberapa kayu santigi lain mungkin memiliki celah yang lebih kecil.


Nah, produk tersebut mungkin bisa diletakkan di dalam kandang hamster. Supaya suasana di dalam kandang terasa nyaman, Anda bisa menambahkan serbuk kayu di dasarnya. Hewan berbulu halus nan menggemaskan tersebut pasti jadi makin betah berada di bawah terowongan kayu santigi.

No.4

Kayu Santigi Gunung

Mulai dari Rp17.000,00

Bisa digunakan untuk kandang reptil dan aquascape

Kelebihan:

  • Serat dan alur kayu bagus, pas untuk kandang reptil Anda

Kekurangan:

  • Kurang praktis jika diletakkan di akuarium karena perlu direndam terlebih dahulu

Ukuran kayu santigi sekitar 60 cm ini akan membuat reptil kecil yang Anda pelihara lebih leluasa bergerak atau tidur di atasnya. Anda juga bisa menjadikannya sebagai hardscape aquascape. Sebelum dimasukkan ke dalam akuarium, jangan lupa untuk merendamnya terlebih dahulu. Dengan demikian, bobot akan bertambah dan kayu pun dapat tenggelam di dalam air.

No.5

Akar Kayu Santigi Pasir

Mulai dari Rp15.000,00

Hiasan eksotis untuk aquascape Anda!

Kelebihan:

  • Akarnya banyak, memudahkan tanaman air untuk tumbuh

Kekurangan:

  • Infomasi bobot tidak tersedia

Buatlah hiasan bonsai indah di dalam akuarium Anda dengan memakai akar kayu santigi pasir ini. Ukurannya tidak terlalu besar sehingga pas untuk dipasang di akuarium ukuran standar. Akar-akarnya yang menjulur bisa menjadi tempat yang sempurna untuk tanaman aquascape. Supaya konsep aquascape Anda tampak eksotis, tambahkanlah pasir dan bebatuan di sekitarnya.

No.6

Akar Kayu Santigi Size M

Mulai dari Rp60.000,00

Tidak perlu direndam, sudah langsung bisa tenggelam

Kelebihan:

  • Praktis, tidak perlu repot merendam kayunya
  • Diameter kayu 2–5 cm, pas untuk akuarium atau aquascape ukuran sedang

Kekurangan:

  • Pilihan ukuran kurang bervariasi, hanya antara 30 cm sampai 40 cm

Setelah membeli kayu santigi, Anda harus merendamnya terlebih dahulu untuk menambah bobot supaya kayu bisa tenggelam di dalam akuarium. Namun, kayu santigi ini memberikan jaminan bisa langsung tenggelam.


Jadi, Anda dapat langsung memasukkannya ke dalam akuarium dan menghiasnya dengan hardscape atau softscape lain. Sangat praktis, bukan? Anda yang tidak mau repot-repot merendam kayu terlebih dahulu bisa melirik produk ini.

No.7

Kayu Santigi Laut Karang

Mulai dari Rp30.000,00

Membuat konsep aquascape paludarium jadi lebih mudah

Kelebihan:

  • Diameter kayu tidak terlalu besar, paludarium pun mudah diatur 
  • Diklaim tenggelam, tidak perlu direndam lagi

Kekurangan:

  • Panjang minimalnya 70 cm, kurang pas diletakkan di akuarium kecil

Paludarium adalah konsep aquascape yang airnya hanya terisi setengah dari akuarium. Jadi, desain ini menggabungkan habitat air dan darat. Anda bisa memelihara ikan sekaligus kura-kura di akuarium ini. 


Wujudkan konsep aquascape paludarium Anda dengan hardscape ini. Kayu santigi karang yang terendam bisa menjadi area bermain ikan, sedangkan area atasnya dapat digunakan sebagai tempat bersantai kura-kura.

No.8

Kayu Santigi Gunung Jumbo

Mulai dari Rp40.000,00

Lebih berat, kokoh, dan tidak mudah bergeser

Kelebihan:

  • Stabil, Anda tidak perlu repot menggeser posisi kayu secara berkala

Kekurangan:

  • Panjang maksimal hanya sekitar 70 cm, terlihat kecil jika Anda memiliki akuarium yang besar

Arus pompa air dan gerakan ikan bisa membuat ornamen hardscape bergeser. Jika Anda tidak ingin hardscape bergeser, kayu santigi ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Berat kayu sebelum direndam dalam air bisa mencapai 3 kg.


Jadi, setelah terendam dalam air, kayu santigi akan makin berat dan tidak mudah bergeser saat berada di dasar akuarium. Anda jadi tidak perlu repot-repot membenahi posisi hardscape secara berkala, deh.

No.9

Kayu Santigi Laut Bonggol

Mulai dari Rp280.000,00

Bentuk bonggol yang besar jadikan aquascape makin indah

Kelebihan:

  • Ukurannya relatif besar, pas jika Anda akan membuat aquascape yang luas
  • Tidak perlu direndam karena sudah pasti tenggelam

Kekurangan:

  • Tidak tersedia ukuran yang kecil

Kayu ini diambil dari bagian bonggol kayu santigi laut yang memiliki ukuran cukup besar. Jika Anda sedang berencana membuat aquascape berukuran besar, produk ini dapat dipertimbangkan. Ukuran kayu yang ditawarkan cukup variatif sehingga akan memudahkan Anda menyesuaikan dengan ukuran aquascape. Ditambah lagi, Anda tak perlu repot merendamnya karena kayu ini diklaim tenggelam.

No.10

Kayu Santigi Driftwood

Mulai dari Rp65.000,00

Bentuknya unik, siap percantik paludarium di rumah

Kelebihan:

  • Terproses alami, lebih kuat dan tahan lama
  • Memiliki banyak pilihan ukuran yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan Anda

Kekurangan:

  • Tidak terdapat informasi mengenai bobot kayu ini

Kami merekomendasikan driftwood ini agar tampilan paludarium atau aquascape terlihat indah. Alasannya karena bentuk kayu ini unik dan terproses secara alami. Kayu santigi jenis ini tergolong jarang pertumbuhannya di Indonesia. Selain itu, karakter kayu ini juga kuat, tahan lama, dan tidak mudah menciut. Jadi, Anda pun tidak perlu sering mengganti kayu, deh.

Pertanyaan umum seputar kayu santigi

Pertanyaan umum seputar kayu santigi

Setelah mengulas cara memilih serta rekomendasi produknya, kami akan menjawab pertanyaan populer seputar kayu santigi. Jika Anda masih penasaran dengan kayu santigi, simak jawabannya di bawah ini!

Berapa sering kayu santigi harus diganti?

Kayu santigi termasuk jenis kayu yang memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjadi busuk. Jadi, segera ganti kayu santigi bila mengalami pembusukan. Pada umumnya, pembusukan kayu santigi terjadi 2 tahun setelah berada di dalam air secara kontinu. Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh ukuran kayu. Kayu yang lebih kecil tentu lebih rentan terhadap pembusukan.


Untuk memperlambat proses pembusukan kayu santigi, polyurethane dapat ditambahkan ke dalam akuarium. Namun, penggunaan polyurethane tidak direkomendasikan jika Anda memelihara ikan di dalam akuarium tersebut karena dapat memengaruhi warna ikan.

Baca juga rekomendasi perlengkapan aquascape dan akuarium terbaik

Untuk memperindah akuarium dan mendukung konsep aquascape, Anda tidak hanya membutuhkan kayu santigi saja. Kami telah mengulas beberapa perlengkapan lainnya, seperti lampu, tanaman, dan batu aquascape. Yuk, klik tautan di bawah ini dan dapatkan produk terbaik Anda.

Kesimpulan

Tanaman santigi ternyata memiliki banyak manfaat. Pohon santigi yang tumbuh bisa menjaga kualitas udara. Sementara itu, kayu santigi bisa dijadikan ornamen untuk mempercantik aquascape dan juga kandang reptil.

 
Semoga rekomendasi produk dari kami dapat membantu Anda untuk menemukan kayu santigi terbaik. Sebelum Anda membeli salah satunya, jangan lupa perhatikan ukuran dan bentuknya, ya! Selamat memilih dan berkreasi dengan kayu santigi pilihan Anda.

Apabila Anda membeli produk yang disebutkan di artikel, mybest mungkin akan menerima sebagian dari hasil penjualan produk tersebut.
Deskripsi setiap produk bersumber dari produsen/brand, situs marketplace, dan sebagainya.

Artikel terkait

Artikel populer

Favlist populer