1. TOP
  2. >
  3. Perawatan hewan
  4. >
  5. Perawatan ikan
  6. >
  7. 10 Batu Aquascape Terbaik - Ditinjau oleh Aquarist (Terbaru Tahun 2023)
  • 10 Batu Aquascape Terbaik - Ditinjau oleh Aquarist (Terbaru Tahun 2023) 1
  • 10 Batu Aquascape Terbaik - Ditinjau oleh Aquarist (Terbaru Tahun 2023) 2
  • 10 Batu Aquascape Terbaik - Ditinjau oleh Aquarist (Terbaru Tahun 2023) 3
  • 10 Batu Aquascape Terbaik - Ditinjau oleh Aquarist (Terbaru Tahun 2023) 4
  • 10 Batu Aquascape Terbaik - Ditinjau oleh Aquarist (Terbaru Tahun 2023) 5

10 Batu Aquascape Terbaik - Ditinjau oleh Aquarist (Terbaru Tahun 2023)

Aquascape adalah seni menghias aquarium menggunakan tanaman air, kayu, dan batu sehingga tercipta pemandangan bawah air yang indah. Batu merupakan salah satu part penting dalam aquascape. Karena itu, kami akan merekomendasikan batu aquascape terbaik di artikel ini. 


Batu seiryu hitam, dragon stone, serta batu besi merupakan jenis-jenis batu aquascape yang muncul di rekomendasi produk. Batu-batu tersebut memiliki keunikan tersendiri. Batu jenis apa yang sebaiknya dipilih? Untuk membantu Anda menemukan batu aquascape yang bagus, kami telah mengumpulkan informasi yang sebaiknya diperhatikan. Artikel ini sudah ditinjau oleh aquarist kami, Albert Deil.

Diperbaharui 12-11-2022
Pakar
Aquarist and lead educator of public aquarium
Albert Deil

Albert Deil adalah seorang aquarist. Ia bekerja dalam hal perawatan dan konservasi satwa akuatik, terutama ikan, pada sebuah akuarium publik di Jakarta. Sudah lebih dari 20 tahun Albert berkecimpung menangani ikan, baik sebagai hewan peliharaan di rumah maupun di tempat kerja. Minat yang tinggi terhadap sains membuatnya juga aktif dalam kegiatan edukatif. Ia aktif menjadi penggagas dan pembicara seputar hewan akuatik di akuarium publik dan universitas.

Profil Albert Deil
Penyunting
mybest, Inc.
Tim editorial mybest

mybest adalah situs layanan informasi produk rekomendasi berdasarkan uji coba menyeluruh serta bantuan pendapat oleh pakar. Menghasilkan konten setiap hari, mybest menyediakan pengalaman memilih terbaik bagi lebih dari 3 juta user per bulannya. Berbagai tema konten, mulai dari kosmetik, kebutuhan sehari-hari, elektronik rumah tangga, hingga jasa bisa ditemukan di mybest.

Profil Tim editorial mybest
  • Konten ini dibuat secara independen oleh mybest. Kami mungkin menerima produk dan layanan secara gratis dari produsen dan/atau pemasangan iklan. Namun, produsen dan lainnya tidak terlibat dalam isi konten ataupun penentuan peringkat.
  • Silakan lihat kebijakan editorial mybest untuk detailnya
Pakar yang ada di artikel ini meninjau cara memilih dan tidak berkontribusi dalam pemilihan produk atau layanan yang ada di dalam artikel.Produk dan layanan dalam artikel ini dipilih dan diurutkan secara mandiri oleh Tim Editorial mybest berdasarkan hasil riset di berbagai sumber. (Diperbaharui pada 13 Januari 2023)

Antara bare bottom aquarium dan aquascape, mana yang lebih menarik?

Antara bare bottom aquarium dan aquascape, mana yang lebih menarik?

Aquascape adalah seni menata akuarium pada umumnya. Ada juga istilah bare bottom aquarium, yaitu seni menata akuarium dengan hiasan minimal atau tanpa hiasan sama sekali. Penggemar bare bottom aquarium biasanya menonjolkan keindahan ikan dibandingkan dekorasi.


Di sisi lain, pencinta aquascape lebih menonjolkan keindahan dekorasi dan tanaman air. Selain memasukkan tanaman air, para penggemar aquascape (aquascaper) biasanya memasukkan batu sebagai dekorasi tambahan. Jenis batu yang digunakan akan disesuaikan dengan tema.


Hal lain yang membedakan aquascape dan bare-bottom aquarium adalah perawatannya. Para aquascaper harus memastikan tanaman di dalam akuarium mendapatkan cahaya dan nutrisi yang cukup. Aquascaper juga harus rutin membersihkan batu dari kotoran dan alga agar kualitas air terjaga dan tidak menjadi sarang bakteri.

Berkolaborasi dengan pakar: Cara memilih batu aquascape

Memilih batu aquascape ternyata tidak boleh asal-asalan. Anda harus menyesuaikannya dengan tema yang akan diterapkan. Selain itu, ukuran dan tekstur batu juga tidak boleh dilupakan. Penjelasan lebih lengkapnya bisa Anda baca di bawah ini.

① Sesuaikan dengan tema yang akan diterapkan

Anda bisa mempertimbangkan banyak hal saat memilih batu aquascape, seperti warna dan bentuk. Selain itu, Anda juga bisa memilih batu aquascape berdasarkan tema. Jika Anda sudah mengetahui tema yang diinginkan, Anda akan lebih mudah menentukan warna, bentuk, dan ukuran batu.

Iwagumi style, cocok menggunakan batu seiryu dan batu ryuoh

Iwagumi style, cocok menggunakan batu seiryu dan batu ryuoh

Iwagumi merupakan style aquascaping yang terinspirasi dari gunung, bukit, dan dataran di wilayah Jepang. Aquascaper yang menyukai iwagumi style biasanya menggunakan batu yang runcing dan bertekstur kasar, seperti batu seiryu dan batu ryuoh.


Namun, harga batu seiryu dan batu ryuoh relatif tinggi. Sebagai alternatif, aquascaper lokal memanfaatkan batu aquascape murah, seperti batu erangga dan batu serpentine. Kedua batu ini tidak hanya memiliki harga yang terjangkau, tetapi juga memiliki bentuk yang runcing dan bertekstur kasar. 


Batu aquascape yang dipakai untuk menciptakan iwagumi style biasanya terdiri dari empat bagian. Batu berukuran paling besar akan menjadi titik pusat. Sementara itu, batu terbesar kedua dan ketiga adalah penyeimbang, sedangkan batu keempat berfungsi sebagai pelengkap. Jumlah batu yang digunakan biasanya berjumlah ganjil untuk menghindari kesan simetris.

Nature style, bisa menggunakan batu ohko atau dragon stone

Nature style, bisa menggunakan batu ohko atau dragon stone

Berbagai jenis tanaman digunakan ketika membuat nature style aquascaping. Walaupun demikian, Anda tetap membutuhkan unsur lainnya untuk membuat tema aquascape ini, seperti kayu dan batu. Ketiga unsur tersebut diatur letaknya agar bisa menghadirkan suasana layaknya hutan hujan atau lereng.


Dragon stone merupakan salah satu jenis batu untuk aquascape yang sering dimanfaatkan aquascaper pencinta nature style. Batu yang dikenal dengan nama ohko ini memiliki warna tanah sehingga terlihat lebih natural. Jika Anda kesulitan menemukan batu dragon, batu kali atau batu yang berbentuk unik juga dapat dimanfaatkan. 

Cliff style, batu fosil atau batu besi bisa menjadi pilihan tepat

Cliff style, batu fosil atau batu besi bisa menjadi pilihan tepat

Selanjutnya, ada cliff style aquascaping. Anda bisa membuat tema tersebut menggunakan batu fosil yang dikenal dengan sebutan batu pasir. Bentuk batu aquascape ini memanjang seperti potongan kayu sehingga bisa diletakkan vertikal dan ditumpuk supaya menyerupai tebing.


Selain itu, Anda bisa menggunakan batu pagoda dan batu besi karena bentuknya juga memanjang. Selain memiliki bentuk memanjang, batu pagoda dan batu besi memiliki tekstur unik dan tampak seperti endapan pasir. Hal tersebut membuat keduanya mirip dengan dinding tebing.


Hal lain yang membuat batu pagoda dan batu besi tampak seperti tebing adalah warnanya. Warna batu pagoda yang kecokelatan membuatnya terlihat seperti tebing di daerah tandus. Sementara itu, warna hitam pada batu besi membuatnya terlihat menyerupai tebing di daerah lembap yang selalu terkena air.

② Sesuaikan bobot batu dengan volume air

Sesuaikan bobot batu dengan volume air

Batu untuk aquascape biasanya dijual dalam ukuran 0,5 kg dan 1 kg. Akan tetapi, bobot batu aquascape ada yang ringan dan berat. Hal tersebut menyebabkan ukuran batu yang Anda terima mungkin berbeda (meski bobotnya sama-sama 1 kg). 


Perbedaan bobot tersebut mungkin membuat Anda berencana membeli batu aquascape lebih banyak. Ide tersebut tidak salah, tetapi sebaiknya Anda membeli batu berdasarkan volume air akuarium. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan perbandingan 1 : 1 (1 pon batu untuk setiap 1 galon air). Perbandingan 1 : 1 ini juga berlaku untuk penggunaan pasir atau kerikil.


Alasan lain mengapa jumlah batu harus seimbang dengan volume air adalah beberapa jenis batu dapat meningkatkan pH air. Akibatnya, beberapa jenis ikan mengalami stres. Jumlah batu yang terlalu banyak juga bisa membuat akuarium jadi sempit sehingga ruang gerak ikan lebih terbatas.

③ Jangan lupa memperhatikan tekstur permukaannya

Jangan lupa memperhatikan tekstur permukaannya

Tekstur pada batu hias aquascape berbeda-beda. Batu dengan permukaan yang kasar dan berpori ideal untuk dijadikan media tanam epifit dan moss. Namun, beberapa batu bertekstur halus juga bisa digunakan untuk media tanam, contohnya batu sungai.


Akar tanaman memang bisa mencengkeram pada batu, tetapi tanaman tetap butuh bantuan saat pertama kali ditempelkan. Nah, Anda bisa mengikat akar tanaman pada batu aquascape menggunakan benang, tali pancing, atau lem khusus.

10 Rekomendasi batu aquascape terbaik

Selanjutnya, kami akan merekomendasikan sepuluh produk batu aquascape terbaik yang kami tentukan berdasarkan cara memilih di atas. Produk-produk ini dipilih secara teliti dengan mempertimbangkan kualitas produk, review pembeli, dan tingkat kepercayaan terhadap seller. Produk kami urutkan berdasarkan popularitasnya di marketplace Shopee. Disclaimer: Sepuluh produk di bawah ini adalah murni rekomendasi mybest dan bukan dari Albert Deil
Produk
Gambar
Harga terendah
Poin
1

Batu Lava

 Batu Lava 1枚目

Ada yang berwarna merah dan hitam, bobotnya pun ringan

2

Batu Pasir

 Batu Pasir  1枚目

Membuat aquarium seperti Grand Canyon? Bisa!

3

Batu Erangga

 Batu Erangga 1枚目

Sudutnya runcing, tonjolkan kontur setiap batu

4

Batu Besi

 Batu Besi 1枚目

Lebih berkarakter, cocok dipadukan dengan beragam tanaman

5

Batu Fosil

 Batu Fosil 1枚目

Gradasi warnanya membuat batu terlihat berbeda

6

Batu Turly

 Batu Turly 1枚目

Padukan dengan kayu serta lumut, dapatkan nuansa hutan hujan

7

Batu Eragon

 Batu Eragon 1枚目

Unik! Bentuk dan teksturnya mirip kayu lapuk

8

Batu Kali

 Batu Kali 1枚目

Ukuran batunya bervariasi, bisa untuk large tank hingga nano tank

9

Batu Black Seiryu

 Batu Black Seiryu 1枚目

Paduan warna hitam dan garis putihnya tampak indah

10

Batu Naga

 Batu Naga 1枚目

Tidak mengubah pH air dan mudah untuk dipecahkan

Perincian produk
Close
No.1

Ada yang berwarna merah dan hitam, bobotnya pun ringan

Kelebihan:

  • Harga relatif terjangkau oleh semua kalangan
  • Tekstur berpori, cocok dijadikan media tanam moss dan tumbuhan air

Kekurangan:

  • Bobotnya ringan sehingga cukup menyulitkan ketika akan disusun dalam air

Akuarium mampu menahan bobot batu yang berat, tetapi rasa khawatir kemungkinan masih akan hinggap di diri Anda. Supaya Anda dapat melakukan hobi aquascaping tanpa merasa khawatir, Anda bisa mempertimbangkan batu lava. 


Batu ini memiliki banyak pori sehingga bobotnya cenderung lebih ringan dibanding dengan batu jenis lain. Pori-pori pada lava rock juga bisa berfungsi sebagai sarang bakteri baik penghilang amonia. Tambahan lagi, batu ini memiliki dua varian warna, yakni hitam dan merah.

No.2

Membuat aquarium seperti Grand Canyon? Bisa!

Kelebihan:

  • Bentuk dan guratannya cocok untuk membuat cliff style

Kekurangan:

  • Teksturnya yang kasar bisa saja melukai ikan saat berenang di dekat batu

Batu berwarna cokelat dengan guratan-guratan horizontal ini cocok untuk Anda yang ingin mendesain mini Grand Canyon di akuarium. Supaya feel-nya lebih terasa, pastikan Anda menumpuk batu-batu tersebut dengan ketinggian yang berbeda, ya! Sesudah itu, Anda dapat menambahkan beberapa jenis tanaman aquascape beserta kerikil sebagai pemanis.

No.3

Sudutnya runcing, tonjolkan kontur setiap batu

Kelebihan:

  • Salah satu batu favorit untuk membuat iwagumi style
  • Harga relatif murah dan mudah didapatkan

Kekurangan:

  • Tidak berpori, kurang cocok untuk menanam moss

Ketika Anda mengerjakan aquascaping gaya iwagumi, batu yang digunakan sebaiknya memiliki warna serta tekstur yang serupa. Walaupun demikian, Anda tetap harus memilih dan meletakkan batu dengan hati-hati agar karakter setiap batu bisa terlihat.


Dari sekian banyak batu aquascape yang ada di pasaran, kami menyarankan Anda memilih erangga stone untuk aquascape ini. Bentuknya yang beragam membuat setiap batu mempunyai karakteristik tersendiri. Supaya konturnya terlihat jelas, Anda bisa menonjolkan sudutnya yang runcing. 

No.4

Lebih berkarakter, cocok dipadukan dengan beragam tanaman

Kelebihan:

  • Bobotnya berat, memudahkan saat diatur dalam akuarium
  • Bentuk tidak beraturan, cocok untuk pembuatan tebing atau air terjun

Kekurangan:

  • Cukup rapuh, perlu ekstra hati-hati agar batu tidak pecah atau retak saat dipindahkan

Perpaduan antara warna yang lebih gelap dengan permukaan yang bertekstur membuat batu ini lebih berkarakter. Tak heran jika batu yang terlihat seperti sedimen ini menjadi salah satu favorit para aquascaper.


Batu aquascape ini tidak hanya terlihat unik, tetapi juga cocok dipadukan dengan berbagai tanaman aquascape. Anda yang berencana memasukkan beberapa jenis tanaman ke dalam akuarium sepertinya dapat mempertimbangkan batu ini.

No.5

Gradasi warnanya membuat batu terlihat berbeda

Kelebihan:

  • Bentuknya memanjang, bisa diletakkan vertikal untuk membuat replika tebing
  • Memiliki gradasi warna yang cantik

 

Kekurangan:

  • Meski bisa diletakkan vertikal, karena bobotnya ringan, Anda mungkin tetap membutuhkan lem khusus untuk menempelkan batu ke dasar akuarium

Warna batu aquascape yang itu-itu saja mungkin akan membuat akuarium terlihat monoton. Untuk membuat tampilan yang lebih bervariasi, tak ada salahnya jika Anda memasukkan batu ini ke dalam akuarium.


Batu ini memiliki gradasi warna cokelat, kuning, dan putih yang beda dari batu pada umumnya. Di samping itu, beberapa batu yang ada di pasaran memiliki dua sisi yang datar. Hal tersebut tentu akan memudahkan Anda ketika menumpuk batu.

No.6

Padukan dengan kayu serta lumut, dapatkan nuansa hutan hujan

Kelebihan:

  • Bobot relatif ringan sehingga tidak terlalu membebani saat ditaruh dalam akuarium
  • Warna eksotik, cocok untuk aquascape bertema alam (misalnya hutan atau gunung)

Kekurangan:

  • Tekstur agak kasar, bisa berisiko melukai ikan

Anda bisa menggunakan berbagai jenis batu untuk menciptakan tampilan ala hutan hujan. Namun, kami menyarankan Anda memakai batu turly karena warnanya cocok apabila dipadukan dengan tanah dan akar pohon. Supaya nuansa hutan hujan makin terasa, Anda dapat menambahkan lumut pada kayu. Di samping itu, retakan pada permukaan batu akan memperkuat kesan alami.

No.7

Unik! Bentuk dan teksturnya mirip kayu lapuk

Kelebihan:

  • Warna dan teksturnya cocok untuk menanam anubias dan buce
  • Berbobot ringan sehingga bisa didapatkan dalam jumlah lebih banyak dibandingkan batu yang berat

Kekurangan:

  • Tampilannya yang menyerupai kayu lapuk kurang cocok digunakan pada cliff style

Kayu merupakan salah satu unsur penting ketika membuat nature view di dalam akuarium. Namun, apabila Anda kesulitan mencari kayu, batu eragon sepertinya bisa digunakan sebagai pengganti. Batu aquascape yang dikenal dengan garang stone ini berwarna cokelat dan berpori mirip kayu yang telah lapuk. 


Supaya nature view-nya terlihat real, Anda tinggal menambahkan moss di atas batu dan tanaman karpet di dasar akuarium. Batu pegunungan yang didapatkan dari kedalaman 15–20 meter ini pun kemungkinan terlihat seperti kayu nyata.

No.8

Ukuran batunya bervariasi, bisa untuk large tank hingga nano tank

Kelebihan:

  • Ukuran beragam, mudah disesuaikan dengan ukuran akuarium
  • Bentuknya halus dan tidak runcing, lebih aman untuk ikan hias
  • Tekstur berpori, bisa sekaligus berfungsi sebagai filter alami akuarium

Kekurangan:

  • Bobotnya cukup berat, sebaiknya tidak menaruh terlalu banyak agar tidak membebani akuarium

Ukuran batu yang terlalu besar akan menjadi permasalahan tersendiri bagi Anda yang memiliki akuarium kecil. Agar Anda tetap bisa berkreasi menciptakan pemandangan di dalam akuarium mini, kami merekomendasikan batu ini.


Batu kali memiliki ukuran yang bervariasi sehingga pas digunakan untuk akuarium besar hingga akuarium mungil. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika akuarium Anda hanya berukuran 40 cm atau lebih kecil. Batu ini juga cocok dipadukan dengan berbagai tanaman air. Warna dan teksturnya akan membuat pemandangan di dalam akuarium terlihat natural.

No.9

Paduan warna hitam dan garis putihnya tampak indah

Kelebihan:

  • Guratan warna putihnya membuat aquascape terlihat istimewa
  • Teksturnya tidak kasar, minim risiko melukai ikan

Kekurangan:

  • Agak sulit didapatkan dan harganya cukup tinggi
  • Dapat meningkatkan pH air, bisa berdampak pada kesehatan ikan jika tidak segera dinetralkan

Anda ingin mengganti tatanan batu yang ada di akuarium dengan batu baru? Pilihlah Batu Black Seiryu atau batu kreket aquascape ini! Warna hitamnya terlihat kontras berkat garis putih yang menjulur secara abstrak. Suasana akuarium tentunya akan terlihat lebih fresh.


Air di akuarium mungkin akan mengalami peningkatan pH dengan adanya batu ini. Walaupun demikian, Anda tak perlu terlalu khawatir. Anda bisa menaruh kayu apung atau lumut gambut untuk membantu menetralkan pH air.

No.10

Tidak mengubah pH air dan mudah untuk dipecahkan

Kelebihan:

  • Berlubang dan berongga, cocok untuk habitat ikan kecil dalam aquascape
  • Tidak mengubah pH air, lebih aman untuk ekosistem akuarium

Kekurangan:

  • Struktur cenderung rapuh sehingga perlu berhati-hati ketika meletakkannya

Kami merekomendasikan batu naga atau batu ohko ini kepada Anda yang sering bermasalah dengan pH air. Ya, batu ini diklaim tidak membuat pH air berubah sehingga aman untuk ikan dan penghuni akuarium lainnya. 


Batu ini memiliki struktur yang lebih rapuh dibandingkan batu aquascape lain. Namun, beberapa pencinta aquascaping menganggap hal tersebut sebagai kelebihan karena batu lebih mudah dibentuk. Warnanya pun jadi daya tarik tersendiri bagi aquascaper yang mengagumi nature style.

Pertanyaan umum seputar batu aquascape

Pertanyaan umum seputar batu aquascape

Anda mungkin masih memiliki pertanyaan seputar batu aquascape. Untuk itu, kami memilih tiga pertanyaan yang banyak diajukan di internet dan akan menjawabnya di sini. Semoga jawaban yang kami berikan bisa memberikan informasi tambahan seputar batu aquascape kepada Anda.

Apakah batu biasa bisa untuk aquascape?

Batu biasa (yang ada di halaman rumah) tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai batu aquascape karena dapat mengubah pH air. Jika Anda tetap ingin menggunakan batu biasa, cobalah untuk membersihkan batu dan mengetesnya dengan cuka.


Jika batu mendesis atau berbusa, Anda sebaiknya tidak menggunakan batu tersebut. Ada kemungkinan endapan kapur pada batu cukup tinggi dan dikhawatirkan akan mengacaukan kestabilan pH air akuarium.

Bagaimana cara membersihkan batu aquascape?

Anda bisa membersihkan batu aquascape menggunakan sikat di bawah air mengalir atau ember berisi air. Selanjutnya, gunakanlah sikat gigi bekas untuk menjangkau pori-pori batu yang tidak bisa dibersihkan dengan sikat biasa. Anda sebaiknya menghindari penggunaan sabun ketika membersihkan batu aquascape karena hal tersebut berbahaya bagi penghuni akuarium.

Batu apa yang tidak baik untuk aquarium?

Batu yang mengandung banyak kapur atau kalsium sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam akuarium. Batu tersebut akan membuat kandungan kalsium di dalam air jadi terlalu tinggi dan membuat ikan stres. Selain itu, batu yang terlalu tajam juga sebaiknya tidak digunakan karena bisa melukai ikan di dalam akuarium.

Baca juga rekomendasi perlengkapan aquarium lainnya di sini

Supaya akuarium terlihat makin indah, Anda juga bisa menambahkan tanaman aquascape. Selain itu, Anda juga memerlukan perlengkapan lain, seperti pompa akuarium dan filter akuarium. Oleh sebab itu, kami menyediakan beberapa artikelnya di bawah ini! Silakan Anda buka dan baca artikelnya satu per satu.

Kesimpulan

Batu aquascape ternyata beragam, ya! Ada batu yang memiliki banyak pori dan berwarna unik serta batu yang bisa ditumpuk menyerupai tebing. Anda bisa memilih batu aquascape yang paling sesuai dengan tema yang diterapkan. Pastikan juga Anda menghitung perbandingan antara air dan batunya juga.


Selesai sudah pembahasan mengenai cara memilih batu aquascape. Semoga rekomendasi yang kami berikan dapat membantu Anda menemukan batu hias yang tepat untuk akuarium. Selamat berbelanja!

Apabila Anda membeli produk yang disebutkan di artikel, mybest mungkin akan menerima sebagian dari hasil penjualan produk tersebut.
Deskripsi setiap produk bersumber dari produsen/brand, situs marketplace, dan sebagainya.

Artikel terkait

Artikel populer

Favlist populer